nasional

Indonesia Swasembada, di Thailand Harga Gabah Anjlok dan Petani Tuntut Jaminan Harga Lebih Tinggi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:35 WIB

Menteri Perdagangan Thailand Pichai Naripthaphan menyebut penurunan harga beras dipengaruhi faktor eksternal. Di antaranya adalah India yang kembali membuka ekspor beras, serta melemahnya permintaan dari negara pembeli utama seperti Indonesia dan Filipina.

 

Tekanan Politik bagi Pemerintah Pheu Thai

Anjloknya harga gabah menjadi ujian politik bagi pemerintahan yang dipimpin Partai Pheu Thai. Petani padi merupakan kelompok besar di Thailand, dengan jutaan rumah tangga menggantungkan pendapatan pada sektor pertanian.

Asia News Network melaporkan, harga beras Thailand sempat mencapai 11.000 hingga 16.000 baht per ton pada Maret 2024, level tertinggi dalam 17 tahun. Situasi berubah tajam ketika harga turun ke kisaran 6.000 hingga 8.000 baht per ton.

Selain faktor pasar global, sektor beras Thailand juga menghadapi persoalan struktural. Tantangannya meliputi biaya produksi tinggi, produktivitas yang belum optimal, perubahan iklim, utang petani, serta kebutuhan inovasi varietas beras agar tetap bersaing di pasar ekspor.

Masalah harga gabah diperkirakan belum selesai dalam waktu dekat. Pemerintah Thailand harus menyeimbangkan kebutuhan menjaga anggaran negara, menahan gejolak politik petani, dan mempertahankan daya saing beras Thailand di pasar internasional.

Halaman:

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB