“Saya tidak memandang pangan sekadar komoditas, tapi survival suatu bangsa. Jadi saya tidak ikut paham yang mengatakan bahwa beras dan jagung lebih efisien kalau kita impor. Survival bangsa bukan sekadar lebih murah, tetapi ada atau tidak,” tegas Presiden.
Keberhasilan Indonesia menjaga produksi dan stok pangan nasional, lanjut Presiden Prabowo, kini membuat banyak negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah krisis pangan global dan pengetatan ekspor sejumlah negara produsen.
“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga kita yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita sekarang harus datang ke Indonesia minta boleh beli beras,” ujarnya.
Presiden Prabowo menambahkan, pemerintah tetap mengutamakan kepentingan rakyat dan kesejahteraan petani dalam setiap kebijakan pangan nasional. Karena itu, ekspor pangan dilakukan secara terukur dengan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap aman dan harga di tingkat petani tetap menguntungkan.
“Yang utama kita amankan rakyat dulu. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras di tahun 2025 sebesar 34,69 juta ton, mengalami peningkatan 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. Cadangan beras pemerintah (CBP) di tahun 2026 juga tercatat telah mencapai 5,3 juta ton.
Capaian tersebut diraih melalui berbagai kebijakan dan program yang digencarkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Mulai dari penambahan volume pupuk bersubsidi menjadi 8,55 juta ton, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah untuk petani sebesar Rp6.500 per kilogram, serta penyederhanaan kebijakan lainnya.
Selain itu, di bawah komando Mentan Amran, Kementerian Pertanian melakukan akselerasi program strategis. Di antaranya optimalisasi lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, pompanisasi, penyediaan benih unggul, serta transformasi pertanian tradisional ke modern dengan penyediaan alat dan mesin pertanian.
Dengan capaian tersebut, Indonesia tidak hanya berhasil memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri di tengah ancaman krisis global. Keberhasilan swasembada pangan dalam waktu singkat menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi kuat antara kepemimpinan Presiden Prabowo dan kerja cepat jajaran pertanian di bawah komando Mentan Amran mampu menghadirkan hasil konkret bagi rakyat.
Pemerintah pun optimistis momentum kebangkitan sektor pertanian akan terus berlanjut, menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan yang disegani sekaligus memperkuat kesejahteraan petani sebagai pilar utama ketahanan bangsa.