Perubahan Menu: Dari Makanan Siap Santap ke Bahan Kering
Untuk menjaga kualitas dan keawetan makanan selama masa libur, BGN melakukan penyesuaian menu. Pada empat hari pertama liburan, siswa akan mendapatkan menu siap santap yang segar.
"Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng," ujar Dadan.
Setelah masa itu, menu akan beralih menjadi paket kombinasi atau bahan kering yang lebih tahan lama namun tetap memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memerinci bahwa menu kering ini bisa terdiri dari buah, susu, roti buatan UMKM, hingga telur asin agar tidak mudah rusak.
"MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telor asin. Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Ambilnya di sekolah," kata Nanik.
Nanik juga menyebutkan bahwa fleksibilitas adalah kunci dalam pelaksanaan program di masa libur ini. Jika anak berhalangan, orang tua diperbolehkan mengambil paket tersebut di sekolah.
"Orang tuanya boleh yang ambil kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi," imbuhnya.