nasional

Menu Kekinian Dua Minggu Sekali: Jurus Jitu SPPG Jemur Wonosari Surabaya Tarik Selera Anak

Kamis, 18 Desember 2025 | 11:12 WIB
Siswa SMA Negeri 10 Surabaya tampak menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibuat oleh SPPG Jemur Wonosari. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

"Dulu itu kita pakai buah kupas, kaya apel, semangka, terus dari pihak sekolah bilang kalau buahnya nggak segar dan asam, kita tampung dan evaluasi. Akhirnya beralih ke buah kulit agar tetap segar saat dimakan anak," tutur Aurelia.  

Untuk mengatasi kebosanan menu, SPPG Jemur Wonosari juga menyajikan aneka menu kekinian, seperti keinginan anak-anak yang ditulis di secarik kertas kecil dan dimasukkan kedalam ompreng. 

 

"Anak-anak ini suka nyelipin request di ompreng, ada yang minta spageti, mie ayam, burger, macam-macam. Kita kasih dua minggu sekali buat satu menu yang mereka 'request' agar anak-anak tetap exited," ucapnya. 

Strategi SPPG Jemur Wonosari pun berbuah manis. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata makanan yang tidak habis dan kembali ke dapur kurang dari 10 persen. Artinya, anak-anak kini menyukai menu MBG. 

 

"Dan limbah makanannya itu nggak dibuang, tetapi untuk makan magot, yang dibudidaya oleh Garda Pangan. Minyak juga diambil, plastik juga dirombeng, DLH cuma ambil sampah yang nggak bisa diolah lagi," tukas Aurelia. 

Sebagai informasi, SPPG Jemur Wonosari setiap harinya memproduksi lebih dari 4.000 paket makanan, yang didistribusikan ke 6 sekolah dan 5 Posyandu di Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.

Di antaranya KB Yasporbi, TK Yasporbi, SD Taquma, SMPN 13 Surabaya, SMAN 10 Surabaya, SMK 1 PGRI Surabaya, Posyandu RW 9, RW 5, RW 4, RW 3, dan RW 2. Untuk Posyandu, sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Halaman:

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB