“Banyak kiai yang dulu berjuang, tapi keluarganya tidak ingin mengajukan gelar pahlawan. Alasannya supaya amal kebaikannya tidak berkurang di mata Allah. Kalau istilahnya, menghindari riya’,” jelas Rais Aam PBNU periode 2014–2015 itu.
Lebih lanjut, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jateng itu juga mengingatkan bahwa warga NU yang mendukung gelar pahlawan Soeharto menunjukkan ketidaktahuan terhadap sejarah.
“Orang NU kalau ada yang ikut-ikutan mengusulkan berarti tidak ngerti sejarah,” pungkasnya.