JAKARTA, rakyatsultra.id -- Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini mengumumkan dana APBN yang digunakan untuk subsidi energi bisa meledak Rp198 triliun jadi Rp700 triliun.
Hal itu terjadi menurut Sri Mulyani jika konsumsi BBM subsidi seperti Pertalite dan solar tidak segera dibatasi dan harganya tidak dinaikkan.
Ia mengatakan tambahan anggaran ini diperlukan untuk menambah kuota Pertalite dari 23 juta kiloliter menjadi 29 juta kiloliter.
Olehnya itu, anggaran subsidi energi yang saat ini sebesar Rp502,4 triliun kabarnya tidak akan mencukupi. Apalagi harga minyak juga terus naik di atas yang diperkirakan pemerintah.
Alumni gerakan aksi damai 212, azzam mujahid Izzulhaq memberikan pertanyaan bayangan. Kedepannya, jika negara tetap melanjutkan proyek IKN (Ibu Kota Negara), negara akan bagaimana.
"Simple question: Seandainya negara tetap melanjutkan proyek IKN, negara 'nombok' berapa?," ujar azzam mujahid dikutip dari unggahan twitternya, @AzzamIzzulhaq.
CEO dan Founder AMI Group dan AMI Foundation itu mengusulkan proyek IKN agar ditunda, demi kesejahteraan rakyat. Karena jika harga BBM tetap dinaikkan, maka rakyat akan semakin terjepit.