Lebih lanjut Aris menjelaskan, ketika wasit sudah meniup peluit, burung utama harus hinggap di atas meja yang tepat dengan cepat pula.
“Jadi penilaiannya ada kecepatan dan ketepatan. Kalau burung cepat tapi turunnya di meja yang salah tetap dianggap kalah dan didiskualifikasi. Yang menang nanti diadu lagi sampai ada juara 1,” bebernya.
Bagi penggemar burung merpati di seluruh Indonesia, mengikuti lomba burung merpati tinggi kolong meja merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
Sebagian besar orang terkadang mengangap remeh lomba ketangkasan burung merpati yang sering digelar di tanah kosong. Tapi ternyata, meski terlihat sederhana, hadiah yang diperebutkan cukup menggiurkan. (RS)