RUMBIA - Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana menargetkan pengasilan retribusi pelabuhan pada Oktober ini sampai setengah miliar lebih.
Kadis Perhubungan Bombana, Ramsi mengatakan, pihaknya telah menargetkan target retribusi pelabuhan yang ada di Bombana hingga Rp 599. 391.000.
"Target ini kami capai sampai oktober tahun ini. Dan ini masuk dalam Pendataan Asli Daerah (PAD), " katanya.
Lanjut dia, jika ini tercapai maka untuk satu tahun di 2021 ini, pihaknya akan berusaha capai PAD hingga 900 juta untuk pendapatan retribusi pelabuhan saja.
Mantan Camat Rumbia Tengah ini menjelaskan , retribusi tersebut bersumber dari pelabuhan yang ada di wilayah Bombana yakni pelabuhan yang ada di pulau Kabaena masingmasing pelabuhan Phising, Dongkala dan Sikeli.
“Untuk daratan, yakni di Pelabuhan Rakyat Kasipute, pelabuhan feri, serta terminal atau di pasar, perempatan Lameroro, perempatan Lantari Jaya dan juga di wilayah Poleang, " ujarnya.
Selanjutnya tahun 2021 menuju 2022 masih ada tiga bulan, waktu tersebut kata dia, akan dimanfaatkan dengan baik untuk menggenjot PAD dari retribusi kepelabuhanan hingga mencapai Rp900 juta.
"Posisi PAD kita sudah hampir 600, setiap bulan kan yang masuk ini sekitar Rp71 juta. Tiga bulan ke depan kita akan usahakan sampai 100 juta per-bulan, kami akan intensifkan rapat, dari tiga ratus ini kita bagi target,” ungkapnya.
Ramsi menuturkan, jika dibandingkan dengan tahun 2020, PAD dari sektor kepelabuhanan dan terminal tahun 2021 lebih meningkat.
“Dibandingkan tahun kemarin ada peningkatan. Biasanya hingga bulan Oktober kita belum capai Rp 500 juta, tahun lalu paling masih bermain di angka 300-an," ucapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, jika peraturan daerah (Perda) terkait kepelabuhanan yang telah dibuat sudah dijalankan, maka pihaknya optimis PAD sektor retribusi kepelabuhanan di Bombana bisa mencapai Rp 1 miliar pertahun.
"Kalau dengan perda saya dengan angka Rp1 miliar bisa kita capai. Karna nilai retribusi bisa bertambah, yang tadinya retribusi Rp 1.000 bisa naik Rp 2. 000," tutupnya. (din/aji)