Bupati Koltim, Andi Merya saat memeriksa kualitas beton irigasi Mowewe menggunakan batu. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.
TIRAWUTA - Setelah memantau langsung pelaksanaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Kecamatan Lambandia beberapa hari lalu, Bupati Koltim, Andi merya juga melakukan hal serupa di Kecamatan Mowewe, Rabu (23/6/2021).
Orang nomor satu di Koltim ini melihat langsung pekerjaan proyek irigasi Mowewe dengan spesifikasi panjang bendung 37,6 meter, lebar bendung 17 meter, tinggi dinding 4,5 meter, lebar mercu 10 meter, panjang saluran primer 284 meter dan panjang saluran sekunder 3.457 meter.
Selain itu, ada juga pintu penguras bendung 1 unit dan pintu intake 1 unit juga. Seluruh proyek ini dikerjakan oleh PT. Berkah Abadi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran mencapai Rp6 miliar lebih.
Dalam kunjungannya, mantan wakil ketua DPRD Koltim ini, mendengarkan langsung penjelasan dari pekerja, terkait kondisi irigasi. Tidak puas, ia mengecek sendiri kualitas irigasi yang dilaporkan pernah mengalami kerusakan itu.
Srikandi ini memperhatikannya secara detail, ia bahkan mengambil batu dan menumbuk beton irigasi untuk memeriksa kualitasnya. Hasilnya, bupati kecewa karena menurutnya campuran semen dan pasirnya tidak proporsional.
"Ini sudah berapa lama dikerja, kenapa hancur padahal hanya batu kecil saja saya pakai tumbuk. Tolong tambah lagi semennya, karena kalau hantaman air yang lebih besar pasti rusak ini," ucapnya kepada salah satu pekerja.
Selanjutnya, bupati mengaku bakal melayangkan surat teguran kepada konsultan, agar proyek irigasi Mowewe itu dapat diperbaiki dengan kualitas lebih baik dan sesuai waktu yang telah ditentukan.
"Secepatnya saya akan lakukan itu. Konsultan harus memperhatikan pekerjaan ini, karena kalau asal kerja, masyarakat yang rugi. Jadi tolong anggaran negara yang diberikan harus dimanfaatkan dengan baik. Kualitas tentu harus diperhatikan," tutup mantan Wakil Bupati Koltim itu. (p1/b/aji)