Suasana rapat tim ICARE dengan Pemda Koltim. Foto: Iwak/Rakyat Sultra.
TIRAWUTA - Program Integrated Corporation of Agricultural Research, Development and Empowerment (ICARE) dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) akan beroperasi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mulai tahun 2022 mendatang.
Setelah diadakannya pertemuan antara Tim ICARE dengan Pemda Koltim pada akhir bulan Maret lalu, forum serupa berlangsung pada Selasa (8/6/2021), dihadiri Plt. Bupati, Andi Merya Nur, ketua Tim ICARE, Bram Kusbiantoro MS, Kepala BPTP Sultra, Muhammad Sidik, Pj. Sekda Koltim dan sejumlah pimpinan OPD.
Bram Kusbiantoro menjelaskan, ICARE beroperasi dibidang kakao dan ternak sapi. Koltim kata dia, sudah mempunyai modal dasar yakni adanya lembaga ekonomi masyarakat (LEM).
Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini yakni mengembangkan sistem produksi dan rantai nilai produk pertanian yang inklusif di kawasan atau lokasi terpilih, untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan melalui kegiatan dan pemberdayaan hasil penelitian dan pengembangan pertanian secara integratif dan kolaboratif.
Pengembangan model pertanian berbasis inovasi dan korporasi pertanian ini, menggunakan sumber anggaran dari bantuan Bank Dunia (Loan) yang mulai diluncurkan pada 2022-2027 dengan nilai mencapai 100 juta USD
Sasarannya yakni berkembangnya kawasan berbasis inovasi dan korporasi pertanian, mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani lokal dan mempercepat pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Sementara itu, Plt. Bupati Koltim, Andi Merya Nur yang dikonfirmasi Kamis (10/6), mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penuh program ICARE, apalagi di seluruh Indonesia, hanya 9 kabupaten yang dimasuki program ini, termasuk Koltim.
"Terima kasih kepada Kementan, ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah ini. Apalagi program ini sesuai dengan visi misi SBM, sehingga baik pemerintah maupun masyarakat pastinya akan mendukung program ini," tutup orang nomor satu di Koltim ini. (p1/b/aji)