nasional

FKPAI Koltim Diharapkan Gencar Sosialisasi Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama

Kamis, 25 Maret 2021 | 06:39 WIB
  Proses pelantikan FKPAI Koltim. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.   TIRAWUTA - Sebanyak 52 anggota Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) resmi dikukuhkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Koltim, Ahmad Lita, di Aula Bupati Koltim, Rabu (24/3/2021). Hadir dalam kegiatan, Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad S.Pd., M.Pd, Plt. Bupati Andi Merya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Koltim, Jamaluddin, para asisten Pemda Koltim, Kabag Kesra, serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad dalam sambutannya, menyampaikan kepada FKPAI Koltim untuk menjadi garda terdepan sekaligus penyambung lidah pemerintah di bidang religi, terutama terkait kerukunan, toleransi dan harmonisasi antar umat beragama. Terkait hal itu, Fesal mengimbau agar sosialisasi tidak hanya terbatas dalam acara resmi dan di lapangan saja, namun juga harus lebih luas hingga di dunia maya, sebab saat ini begitu banyak informasi hoax dan ujaran kebencian terkait agama di media sosial. "Penyuluh agama dituntut untuk bisa merebut ruang publik persoalan sosial keagamaan di dunia maya. Karena maraknya hoax itu karena diamnya orang-orang baik, makanya jangan kalah cepat dengan mereka yang menyebarkan konten-konten negatif," ucapnya. Sementara itu, Plt. Bupati Koltim, Andi Merya mengungkapkan bahwa tugas FKPAI saat ini diperhadapkan pada suatu kondisi daerah dan tempat yang berbeda dari sebelumnya, baik dari teknologi maupun sumber informasi. Olehnya, setiap penyuluh agama Islam hendaknya secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pengembangan diri serta teknik dalam penyampaian atau sosialisasi ke masyarakat terkait penyebaran ajaran agama Islam. "Pemda Koltim sangat mengapresiasi adanya penyuluh agama Islam. Semoga ini bisa membantu dalam misi perdamaian, karena di luar daerah sudah ada beberapa kasus seperti pengrusakan rumah ibadah, sehingga kita berharap semoga itu tidak terjadi di daerah yang kita cintai ini," ucap Merya. Kasus ketidakrukunan itu menurut Plt. bupati, menjadi salah satu hambatan Indonesia menuju negara maju, karena telah hilangnya kebersamaan dan persatuan antar sesama. Sehingga penyuluh agama harus peka dalam pembinaan mulai dari keluarga, hingga sosial masyarakat. "Mudah-mudahan kita senantiasa bersatu dalam memperjuangkan kebenaran, sehingga akan menjadi umat yang kuat dan kokoh. Dengan ketulusan niat dan upaya kita, semoga Allah SWT meridai serta menurunkan berkahnya di Koltim," tutup orang nomor satu di Koltim itu. (p1/b/aji) 

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB