nasional

Kinerja Dinkes Melawan Pandemi Covid-19

Sabtu, 16 Mei 2020 | 19:54 WIB
Plt Kadis Kesehatan Sultra dr Andi Hasnah (tengah) menyebut Dinkes Sultra telah mendatangkan peralatan Medis dan Menyiapkan Uji Sampel Mandiri.   KENDARI - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu bagian Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 terus bekerja keras melaksanakan tugasnya dengan baik. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka melawan wabah yang melanda ratusan negara itu. Sebagai bagian yang ditugasi dalam menyediakan perlengkapan alat penanganan medis hingga melakukan pencegahan wabah yang berasal dari Wuhan Cina itu, Dinkes Sultra tak lelah melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya wabah yang dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Selain itu, langkah dinkes untuk menyiapkan pengujian sampel secara mandiri segera terealisasi. Pada Kamis (14/5/2020) pengujian sampel secara mandiri telah dapat dilakukan di rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sultra. Setidaknya ada dua alat pengujian sampel yang telah disiapkan yakni Polymerase Chain Reaction (PCR), dan Tes Cepat Molekuler (TCM) covid-19. Plt Kadis Kesehatan Sultra dr Andi Hasnah menyebut semua persiapan peralatan untuk melakukan uji sampel Covid-19 telah siap di laboratorium sentral RS Bahteramas. Tim pengujian sampel pun telah menyiapkan persiapan guna melakukan uji coba sebelum digunakan. Menurut Andi Hasnah RS Bahteramas sudah memenuhi standar yang ditentukan Kemenkes sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang memenuhi standar untuk melakukan pengujian. “Peralatan untuk pengujian sampel sudah siap. Semuanya sudah tinggal diaktifkan, artinya persiapan pengujian sudah hampir 100 persen. Karena TCM memang sudah lengkap dan tinggal diaktifkan saja,” katanya. Sementara PCR yang merupakan alat dari BPOM yang dihibahkan oleh BPOM Pusat juga sudah ada dan tinggal diaktifkan. Dalam masa pandemi, BPOM mendapatkan instruksi untuk membantu pemerintah dalam hal percepatan pencegahan covid di daerah. Sehingga PCR dapat digunakan dimasa pandemi. Namun, tes PCR tidak sembarang dilakukan. Menurut Andi Hasnah tes PCR harus memenuhi standar peralatan dan ruang yang digunakan. Olehnya itu, dia segera melihat langsung kondisi lab sentral bahteramas untuk penggunaaan alat tersebut. "Kita masih tunggu catrick sekitar 5.000. Sementara TCM masih terbatas hanya 60 kit saja. Tapi kita akan coba minta kembali di Kemenkes setiap minggunya nanti,” jelas Andi Hasnah. Dia menyebut, untuk pemeriksaan PCR setiap hari bisa sampai 100 pasien dan untuk tes TCM bisa hingga 60 sampel per hari. Namun, menurutnya tingkat akurasi dan ketelitiannya sama, hanya prosesnya saja yang berbeda. Adanya dua alat pengujian sampel dapat lebih memudahkan dan mempercepat penanganan covid-19 di Sultra. Dengan begitu menurut dia pengetesan atau pengambilan sampel swab tenggorokan pada pasien yang diduga terinfeksi covid-19 dapat di￾lakukan dan diperiksa serta diuji di RS Bahteramas dan tidak perlu lagi melakukan pengiriman sampel hingga ke makassar ataupun ke Jakarta. Hanya saja, tambah dia jika sampel terjadi penumpukan dan over dari jumlah reagen dan ketrik yang disediakan, maka bisa saja pihak tim dokter mengirim seba￾gian sampelnya ke Balai Besar Laboratorium Makassar. Rutin Sosialisasi Pencegahan ke Masyarakat Sosialisasi pencegahan rutin dilakukan dengan semua pihak dalam rangka mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran di masyarakat. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan dalam hal mengantisipasi daerah￾daerah yang diperkirakan menjadi zona merah penyebaran virus tersebut. Banyak titik dan lokasi yang telah disasar oleh tim yang telah melakukan pencegahan. Plt Kadis Kesehatan Provinsi Sultra dr Andi Hasnah menegaskan corona bukan penyakit memalukan tapi tetap harus diwaspadai. Olehnya itu bila ada keluhan seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas agar segera memeriksakan diri di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Sehingga, tim dari Dinkes Provinsi Sultra aktif terus menerus melakukan sosialisasi penanganan covid-19 di semua daerah, khususnya di Kendari sebagai ibukota provinsi. Sebelumnya Dinkes Sultra bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra membagikan ribuan masker secara gratis ke masyarakat Kota Kendari. Pihaknya juga, sebagai bagian telah mendistribusikan APD ke kabupaten kota. Andi Hasnah menyebutkan, pembagian masker tersebut sebagai langkah edukasi agar masyarakat sadar akan penggunaan masker serta upaya pencegahan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Sultra, khususnya di Kota Kendari. Pemprov Sultra mendatangkan sekitar 20 tabung isolasi (isolation chamber) untuk pasien virus corona (covid-19). Tabung tersebut berfungsi untuk mengantisipasi kontak langsung dan mengurangi risiko penularan pasien yang diduga terpapar corona terhadap tenaga medis saat proses evakuasi ke rumah sakit rujukan. Andi Hasnah menyampaikan pengadaan isolation chamber dilakukan Dinkes Sultra yang dipesan langsung di Jakarta. Alat tersebut akan didistribusi ke 17 kabupaten/kota di Sultra. (adv)

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB