Sri Lestari saat mengunjungi anak yang lumpuh di Kelurahan Punggaloba, Kota Kendari. Dia juga memberikan bantuan paket sembako kepada keluarga itu.
KENDARI- Ketua TP PKK Kendari Sri Lestari Sulkarnain, mengunjungi kediaman pasangan La Manati dan Patriani yang memiliki seorang anak penderita lumpuh layu akut bernama M Ritman (5), warga Punggoloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota kendari, Selasa (12/5/2020). Ini adalah bentuk kepedulian Sri sebagai Ketua TP PKK Kendari kepada warganya.
Setiba di rumah warga tersebut, Sri Lestari disambut dengan rasa haru kedua orang tua Ritman. Terlihat mata kedua orang tua Ritman berkaca-kaca sembari menuturkan kalau anaknya lahir nomal, kondisi anaknya berubah setelah mengalami demam dan kejang-kejang. Setelah itu kedua orang tuanya melihat gejala aneh pada pertumbuhan anaknya yang tidak normal dengan kondi fisik lemah karena hanya berbaring.
Mendengar itu, Sri Lestari Sulkarnain meminta ke orang tua Ritman untuk selalu tabah dalam menghadapi cobaan ini. "Jangan pernah berhenti untuk berdoa agar anak kita ini bisa kembali pulih," katanya.
Selain memberikan bantuan pribadi, Sri Lestari juga mengupayakan agar Dinas Sosial Kendari memberikan perhatian khusus dan mendaftarkan Ritman sebagai penerima PKH. Sri Lestari juga akan mengusulkan ke Baznas agar Ritman mendapatkan bantuan dari Baznas melalui yayasan Assyifa.
Saat berkunjung, Istri orang no more satu di Kota Kendari itu didampingi , Kabid Resos Dinsos Kendari, Ida Rianti , dan Ketua LKS Assyifa, Zulfiani Azis.
Sri bilang, kunjungan tersebut dalam rangka menjelang idulfitri dan merupakan bagian dari program PKK Kendari peduli dalam suasana darurat pandemi covid-19.
Dia berharap semoga anak tersebut bisa tumbuh sehat kembali, dan dapat menjalani kehidupan dan masa depan yang cerah sebagaimana anak-anak kebanyakan.
TP PKK menyerahkan santunan berupa kebutuhan pokok. Kunjungan ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh TP PKK Kendari terhadap warga yang kurang mampu, atau warga yang mengalami masalah kesehatan dan diperparah dengan keterbatasan ekonomi. Dan juga ini merupakan tanggung jawab sebagai Istri Wali Kota Kendari.
Menurut Sri Lestari, kelainan terhadap anak yang lahir bukan hanya karena kondisi keterbatasan segi ekonomi, tetapi seorang ibu yang hamil butuh pengetahuan yang cukup atau edukasi dari pihak-pihak terkait. (p2/b/aji)