nasional

Dikbud Sultra: Belajar di Rumah Ciptakan Life Skill

Kamis, 7 Mei 2020 | 20:18 WIB
  Asrun Lio KENDARI, RakyatSultraOnline - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio menyampaikan perang orang tua sangat strategis dalam mendorong dan menyemangati siswa belajar dari rumah saat ini. Dikarenakan peran guru kini sedang diambil alih orang tua dalam membantu dan memotivasi anaknya belajar dari rumah, maka kondisi ini telah menciptakan pengalaman baru bagi siswa. Dengan pengalaman baru belajar dari rumah, bisa melahirkan kecakapan hidup dan life skill siswa, melalui pembelajaran yang sesuai minat masing-masing akan melahirkan kreativitas siswa. Belajar dari rumah, fokusnya bukan menuntaskan kurikulum pendidikan, namun untuk menumbuhkan life skill siswa, pengalaman baru dan kecerdasan baru bagi siswa sehingga siswa dengan mudah bisa beradaptasi dengan situasi pendidikan yang sedang dialaminya. Disamping itu, belajar di rumah oleh para peserta didik tidak memiliki batasan materi, siswa bisa belajar apa saja yang sesuai dengan minatnya masing-masing, dengan segela hal bisa dipelajari. Demikian hal tersebut disampaikannya, saat menjadi pemateri dalam acara Talk Show Inspirasi pendidikan Part II, yang diselenggarkan Harian Rakyat Sultra bersama SultraTV, Kamis 7 Mei 2020. Saat ini Dikbud Sultra terus memotivasi guru dan siswa agar lebih adaptif dengan situasi sekarang, dimana guru tidak lagi berinteraksi langsung dalam mentranspormasikan ilmu kepada siswanya dari ruang kelas. Belajar dari rumah mengunakan media teknologi komunikasi menjadi instrumen baru yang perlu biasakan, dengan begitu siswa bisa mendapatkan pengalaman baru untuk berkreasi dalam belajar, dan menciptakan ide-ide baru atau life skill. Mantan dosen UHO ini juga menyampikan, Dikbud Sultra juga telah memiliki program pembelajaran online dari rumah yang bisa diakses oleh para guru dan peserta didik, yakni Rumah belajar. "Silahkan masuk di laman Rumah Belajar, disitu siswa bisa mengakses seluruh materi pembelajaran, termasuk mengikuti pembelajaran," ujarnya. Di rumah belajar, siswa bisa mempelajari beragam ilmu pengetahuan dipantu pihak rumah belajar. Dimana setiap pelajaran memiliki level, mulai dari level satu hingga level tertinggi yakni level empat. "Dilevel satu siswa tuntun berliterasi, sedangkan level empat sudah mahir dan bisa membagi ilmu," jelasnya. Rumah belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru secara gratis. Selain rumah belajar, sebutnya, ada juga program "Pembatik" atau Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi. Program ini menurutnya merupakan salah satu program pembelajaran yang berbasis pada pengunaan sarana teknologi informasi pendidikan. Dirinya melihat, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sudah ada ribuan guru yang tertarik mengikuti dan bergabung di program Pembatik. Menurutnya, program Pembatik ini, merupakan cara terbaik saat ini khususnya para guru dalam mendesain materi pembelajarannya, sehingga mudah dipahami dan dimengerti siswa. "Yang terakhir, pembelajaran dari rumah yang bisa diakses, yakni dengan mengikuti tayangan TVRI yang menyiarkan pembelajaran siswa. Ini bisa diikuti siswa, sehingga meskipun dari rumah, siswa tetap bisa mengakses pembelajaran," ujarnya. Karenanya, belajar dari rumah menurutnya tidak ada yang berubah terkait dengan upaya mentranspormasikan ilmu, hanya instrumennya yang berubah, yakni sebelum pandemik proses belajar dilakukan di kelas, di masa pandemik proses belajar melalui media virtual. (ags)

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB