Penyaluran sembako yang dilakukan anak Lorong Fookuni Muna bersama DPD Wahdah Kabupaten Muna, pada 21 April 2020.
KENDARI - Komunitas anak Lorong Fookuni di Raha, Kabupaten Muna menggalakkan aksi tebar simpati ditengah pandemi Covid-19. Dengan berbekal patungan pribadi, mereka menyalurkan bantuan kebutuhan pokok pada dua kabupaten, Kabupaten Muna dan Kota Kendari pada 21 April 2020 dan 3 Mei 2020.
Penyaluran sembako dari anak Lorong Fookuni, Minggu (3/5/2020) berlangsung di Lokasi TPU Punggolaka Kendari.
Targetnya, sejumlah penggali kubur dan wanita yang menjual bunga di lokasi pemakaman. Mereka merupakan pekerja upahan yang dipakai pihak pemakaman dengan honor memprihatinkan setiap bulan.
Beberapa diantara penggali kubur, sempat menggali pemakaman jenazah pasien Covid-19. Meskipun menantang bahaya, namun tetap dilakukan untuk bertahan hidup.
Penyaluran sembako yang dilakukan anak lorong Fookuni, Kabupaten Muna di TPU Punggolaka Kendari, Minggu (3/5/2020).
Ketua Komunitas Anak Lorong Fookuni La Ode Ampera didampingi Sekretaris Bahari, menyatakan saat ini masyarakat membutuhkan bantuan ekonomi. Terutama, yang bekerja dengan upah seadanya dan mengharapkan belas kasihan orang lain.
"Kalau yang aman sekarang ini hanya PNS, karena dapat gaji bulanan. Namun, pekerja seperti penggali kubur, harus banyak berusaha dan bersabar menghadapi situasi wabah Covid-19," ujar La Ode Ampera.
Dia berharap, semoga banyak uluran tangan yang peduli dengan nasib buruh ditengah pandemi covid-19. Kedepannya, pihaknya menyatakan bakal berbuat lebih maksimal meringankan beban warga terdampak covid-19.
Aksi sebelumnya, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Muna, Karim Darma bersama sejumlah anggota DPD Wahdah Muna menyalurkan paket sembako kepada warga kurang mampu terdampak Covid-19 di Raha dan sekitarnya. Pria yang akrab disapa Ustadz Karim itu, merupakan pencetus sejumlah kegiatan sosial di Lorong Fookuni.
"Kami Mewakili organisasi DPD Wahdah Kabupaten Muna. Logistik dikumpulkan di sekretariat DPD Wahdah Islamiyah Muna berupa paket sembako yaitu beras, mie instan, telur, minyak goreng, dan masker," ujar Ustaz Karim.
Dia menyatakan, aksi selanjutnya insya Allah akan ada distribusi logistik pada masyarakat dan masker juga kepada tim medis pegawai kantoran yang masih tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat. (aji)