Ia mengatakan, apa yang ada di berkas tersebut merupakan sama atau identik dengan yang sudah mereka teliti.
"Kami berkesimpulan 99,9 persen ini adalah palsu,” sebutnya.
Roy mengungkapkan, kejanggalan yang ia temukan terlihat dari bentuk huruf dan struktur tulisan dalam ijazah yang diklaim milik Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.
“Dari sisi dimensi, meskipun ini adalah fotokopi, tetapi tidak mengubah yang namanya jarak, struktur dan sebagainya," Roy menuturkan.
"Di sini sangat kelihatan bagaimana huruf Z itu ada agak ke atas dan di mana huruf A-nya itu mencuat keluar dari logo. Mencotot keluar,” tambahnya.