TIRAWUTA - Peredaran narkoba di kecamatan Ladongi Kolaka Timur (Koltim) semakin meningkat bahkan Bupati Koltim, Tony Herbiansyah telah menerima informasi jika di kecamatan Ladongi sudah menjadi sarang pengedar obat terlarang.
Bukan lagi pengguna tetapi sudah menjadi sarang peredaran narkoba," terang Tony saat sosialisasi bahaya penyalagunaan narkoba bersama BNNP Sultra di kecamatan Ladongi, Jumat (29/4).
Tidak dapat dipungkiri Koltim memang daerah yang sangat potensial akan peredaran narkoba, menurut Tony dari sisi perdagangan di Ladongi menggiurkan karena mampu menghasilkan uang dalam waktu cepat. "Koltim masih daerah baru yang mau berkembang sehingga memudahkan para pengedar masuk," cetusnya.
Mantan kepala BNNK Konawe ini mengatakan, bahaya lain bagi generasi usia 17 tahun kebawah yakni penyalagunaan lem fox. "Satu kali menggunakan masih gratis hingga sampai ketagihan. Kalau perempuan bahkan sampai jual diri. Ini adalah bahaya laten penghancur narkoba," jelasnya.
Demi untuk memberantas peredaran narkoba pemda mulai mengintenskan sosialisasi kepada masyarakat dan pemberantasan barang haram tersebut hingga kelokasi terpencil bersama pihak BNNK dan kepolisian. "Saya tidak mau masyarakat Koltim diracuni hanya karena kepentingan bisnis haram, masyarakat harus bantu pemerintah memberantas barang haram ini karena akan merusak generasi muda kita," imbuhnya.
Ia pun menghimbau kepada masyarakat jika ada indikasi mencurigakan laporan segera kepada pihak berwajib. Namun jangan menghakimi karena narkoba mampu melawan jika sarang mereka diganggu. "Benteng utama adalah agama itu dia punya obat. Jaringannya lewat darat dari Kolut ke kolaka hingga kekoltim. Jika rumah yang sebelumnya kosong lalu menjadi ramai lalu lalang curigai itu, langsung hubungi kepolisian," cetusnya.