TIRAWUTA - Sebagai daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Kolaka Timur mulai menunjukkan progres pembangunan. Dibawah pimpinan Bupati Kolaka Timur (Koltim), Tony Herbiansyah tonggak pembangunan sudah ditegakan penetapan arah dan peletakan dasar pembangunan sudah diwujudkan selama dirinya menjabat sebagai Pj Bupati Koltim sejak awal tahun 2013 lalu.
Dalam mengemban jabatan bupati mempersiapkan struktur dan mekanisme pemda, memfasilitasi pembentukan DPRD serta memfasilitasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) sudah terlaksana dengan baik.
"Struktur pemerintahan telah berhasil dibentuk dengan peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2015 tentang susunan organinsasi dan tata kerja sekretariar DPRD Koltim, Perda nomor 2 tahun 2015 tentang susunan organisasi dan tata kerja dinas daerah lingkup pemerintahan," terang Bupati Koltim, Tony Herbiansyah dalam sambutannya pada sidang paripurna DPRD Koltim, Kamis (21/4).
Tony menuturkan, melalui penetapan APBD ditiga tahun terakhir progres telah menunjukan peningkatan yang signifikan tercatat pada tahun 2014 APBD Koltim mencapai Rp 311 miliar pada tahun 2015 meningkat menjadi RP 553 miliar sedangkan pada tahun ini APBD Koltim mencapai Rp 655 miliar. "Ini merupakan suatu progres yang baik untuk arah pembangunan Koltim dalam lima tahun kedepan," jelasnya.
Secara umum pendapatan daerah Koltim sepanjang 2015 mencapai Rp 553 miliar dengan realisasi pendapatan sebesar Rp 531 miliar dan belanja sebesar Rp 561 miliar dengan komposisi belanja tidak langsung sebesar Rp 236 miliar atau 42,19 persen. Sementara belanja langsung mencapai Rp 324 miliar atau 57,81 persen dengan realisasi belanja mencapai Rp 512 miliar atau 91,34 persen. "Sektor pendidikan dengan alokasi naggaran mencapai Rp 30 miliar yang digunakan untuk membiayai kegiatan rutin dengan realisasi serapan sebesar Rp 29 miliar," jelasnya.
Sementara itu, sektor kesehatan anggaran yang digelontorkan Rp 21 miliar yang digunakan untuk membiayai pembangunan rujab dokter, pengadaan kendaraan operasional dinas dan belanja lainnya dengan realisasi anggaran sebesar Rp19 miliar. Pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan dibidang pekerjaan umum (PU) alokasi anggaran sebesar Rp 130 miliar dengan realisasi anggaran Rp 109 miliar atau sekitar 83,80 persen.
Pada sektor perencaraan sendiri alokasi anggaran mencapai Rp 4,8 miliar Yng digunakan untuk peningkatan sarana aparatur. Bidang lingkungan hidup anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 3,7 miliar dengan realisasi anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Urusan kependudukan dan catatan sipil anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 1,1 miliar dengan realisasi anggaran Rp 1 miliar.
Urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera dengan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar dengan realisasi anggaran mencapai Rp 2,3 miliar. Sektor sosial dengan alokasi anggaran Rp 4,1 miliar dengan realisasi sebesar Rp 4 miliar. Sektor koperasi dan UKM alokasi anggaran sebesar Rp 4,8 miliar dengan realisasi mencapai Rp 4,7 miliar. Kesbangpol sendiri memperoleh anggaran sebesar Rp 5 miliar dengan realisasi anggaran Rp 5 miliar. Sementara itu, pada sektor otonomi daerah, pemerintahan umum dan administrasi keuangan alokasi anggaran mencapai Rp 84 miliar dengan realisasi sebesar Rp 77 miliar.
Dirinya menuturkan pertanian dalam arti luas merupakan fokus pembangunan, potensi pengembangan sektor ini sangat menjanjikan karena Koltim memiliki puluhan ribu hektar potensial. Sektor perkebunan kakao rakyat lebih dari 68 ribu hektar dengan alokasi anggaran tahun 2015 sebesar Rp 26,3 miliar dengan realisasi Rp 25 miliar.
Selain itu, hari ini (kemarin,red) juga merupakan hari bersejarah untuk DPRD Koltim, yang sudah menggunakan gedung baru untuk bekerja dalam mendukung program percepatan pembangunan. Sekaligus rapat paripurna perdana pada perhelatan HUT Koltim ke-3. "Ini merupakan buah dari kerjakeras kita selama ini, pembangunan gedung DPRD yang telah rampung saat HUT ke-3 kalinya ini," cetus Tony. (rs)