KENDARI - Defisit daya listrik di Provinsi Sulawesi Tenggara tidak dapat dipungkiri. Makanya pemerintah akan mengkoneksikan transmisi jaringan listrik Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah dan Sultra.
Direncanakan, tahun 2017 interkoneksi dari transmisi tersebut sudah dapat tersambung dengan baik.
"Kita berharap tahun depan interkoneksi jaringan listrik baik yang dari Sulsel maupun Sulteng yang mana mereka suplus daya listrik dapat dibagi ke kita (Sultra). Sementara saat ini pembangunan transmisinya sementara dalam tahap pengerjaan," ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra Burhanuddin, baru-baru ini.
Rencana interkoneksi jaringan listrik ke tiga provinsi itu menurut Burhanuddin telah direncanakan sejak tahun 2003 lalu. Hanya saja, hingga saat ini interkoneksi transmisi dari tiga provinsi tersebut belum dapat tersambung, dikarenakan adanya kendala dari pembangunan transmisi itu sendiri.
Sebagian besar, pembangunan transmisi tersebut masuk dalam kawasan hutan. Olehnya itu, harus menunggu izzin pembebasan dari kawasan dimaksud barulah dapat dilanjutkan pembangunan.
Saat ini, pihaknya bersyukur dengan turunnya instruksi presiden terkait pembebasan kawasan demi pembangunan transmisi sebagai jaringan interkoenksi listri dari tiga provinsi, maka sudah tidak ada masalah lagi.
"Sekarang proses pembangunan transmisinya terus jalan dan kita tinggal tunggu semuanya tersambung dengan baik," tuturnya.
Sementara, kondisi kebutuhan daya listrik di Sultra membutuhkan daya sebesar 220 megawatt (MW). Mestinya, saat ini Sultra harus memiliki daya listrik sekitar 330 MW untuk memnuhi kebutuhan penyambungan rumah tangga dan industri kecil.
Makanya, Burhanuddin berharap intekoneksi jaringan listrik tersebut dapat mensuplai kekurangan daya listrik di Sultra.
Sedangkan saat ini, daya listrik yang dimiliki Provinsi Sulsel sebesar 1.329 MW sementara pemakaian sudah mencapai 1.030 MW. Sehingga paling tidak masih surplus sebesar 300 MW. (rs)