nasional

Pemblokiran Live TikTok Berdampak ke UMKM dan Batasi Hak Informasi, Sampai Kapan Berlaku?

Selasa, 2 September 2025 | 08:19 WIB
Ilustrasi aplikasi TikTok. (Foto The Verge)

Jakarta,RakyatSultra.id-  Sejumlah media sosial memberlakukan pemblokiran dan pembatasan siaran langsung. Di antaranya TikTok.

Langkah itu diambil mengingat kondisi Indonesia belakangan ini. TikTok sendiri mengonfirmasi hal itu.

 

"Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab,” demikian pernyataan Juru Bicara TikTok, pada Minggu (31/8/2025).

Meski begitu, pembatasan tersebut menuai kritik. Dianggap merugikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda. Ia mengatakan data menunjukkan masyarakat gemar belanja melalui siaran langsung.

 

“Data Statista menunjukkan 4 dari 10 orang sudah berbelanja via live shopping, dengan pertumbuhan mencapai 30 persen,” katanya dikutip Radar Semarang.

Pembatasan live TikTok, kata dia membuat penurunan pendapatan yang signifikan bagi UMKM. Juga afiliasi yang bergantung pada live streaming.

“Jika fitur live ditutup, bisa terjadi penurunan penjualan hingga 40 persen, terutama bagi UMKM dan affiliator yang mengandalkan penghasilan harian dari live streaming,” ujarnya.

 

Selain berpengaruh ke sektor ekonomi. Ia juga menyebut pembatasan itu sebagai pembatasan hak asasi manusia.

“Ketika live streaming dimatikan, sama saja dengan pembatasan informasi yang merupakan hak asasi manusia,” tuturnya.

Lalu, sampai kapan live TikTOk dibatasi?

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB