nasional

KNKT Beberkan Kronologi KMP Tunu Tenggelam di Selat Bali dalam Hitungan Menit

Kamis, 24 Juli 2025 | 08:40 WIB
KMP Tunu Pratama Jaya bersandar di Pelabuhan ASDP Ketapang. (Dokumentasi Radar Banyuwangi)

 

Jakarta,RakyatSultra.id- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan detik-detik Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang membawa 65 orang, tenggelam di Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7).

Ketua KNKT, Soerjanto mengatakan berdasarkan kesaksian mualim dan juru mudi kapal, setelah 30 menit berlayar dari Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, kapal tiba-tiba miring ke arah kanan.

Ditambah dengan keterangan juru minyak jagal, air laut mulai masuk ke dalam kapal lewat pintu kamar mesin. Meski upaya darurat dilakukan, kapal semakin miring dan akhirnya tenggelam buritan lebih dulu.

“Beberapa pintu kedap air juga tidak tertutup, jadi ketika air masuk, langsung mengisi semua ruangan,” ujar Soerjanto di Pelabuhan ASDP Ketapang, dikutip dari Radar Banyuwangi, Jawa Pos Group, Kamis (24/7).

Kemiringan kapal terus bertambah dan semakin cepat. Nakhoda kapal sempat memberikan panggilan darurat. Namun, beberapa menit setelahnya, kapal mulai tenggelam dengan terlebih dulu ke arah kanan.

Saat kapal semakin miring dengan cepat, Nakhoda sempat mengirim sinyal darurat. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil. Salam hitungan menit, kapal tenggelam dengan diawali kemiringan ke kanan.

Bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya ditemukan dalam kondisi terbalik di dasar laut Selat Bali. (Istimewa)
"Kita melihat banyak kapal yang beroperasi dengan kondisi overdraft (melebihi batas tenggelam lambung kapal). kemungkinan KMP Tunu Pratama Jaya juga overdraft sebelum berangkat," imbuhnya.

Tak ada rincian bobot yang jelas dalam manifes kendaraan. Dalam tiket yang dikeluarkan ASDP, berat kendaraan tertulis 0 kilogram, sehingga data berat kendaraan tidak bisa digunakan dalam rencana pemuatan.

“Ini sangat berbahaya, karena perhitungan pemuatan kapal bergantung pada data bobot tersebut. Perlu untuk memperkirakan berapa berat total kendaraan yang masuk ke dalam kapal," terang Soerjanto.

Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Tepatnya di koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Tim SAR gabungan telah berupaya mencari keberadaan korban. Namun hingga hari ke-20, Senin (21/7), belum membuahkan hasil. Operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya pun resmi ditutup.

 

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB