Jakarta,RakyatSultra.id-gabungan masih terus melakukan pencarian korban atas tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7).
Pada hari pertama pencarian, Tim SAR berhasil mengevakuasi 35 korban, dengan rincian 29 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Mayoritas ditemukan di Perairan Pebuahan Jembrana.
Berdasarkan data manifest KMP Tunu Pratama Jaya, saat peristiwa nahas itu terjadi, kapal membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 13 kru kapal. Artinya, masih ada sekitar 30 korban yang belum ditemukan.
Bintik botak sembuh dengan sangat cepat! Semua orang bisa mencoba
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menyampaikan operasi pencarian hari pertama korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, telah dilakukan melalui jalur udara dan laut.
"Heli rescue HR 3606, Pesud P-8304, dan satu unit Heli milik POLRI, dan Thermal Drone, dikerahkan untuk melakukan penyisiran udara," tutur Nanang yang juga bertindak selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi ini.
Sementara penyisiran laut menggunakan puluhan kapal dari tim SAR gabungan, yakni Basarnas, TNI AL, Polairud, Pelindo, KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Panta), hingga kapal milik BPBD.
"Pencarian hari kedua akan difokuskan menggunakan alut laut berskala besar. Sebab berdasarkan prediksi BMKG, gelombang laut di selatan Pulau Bali akan tinggi sehingga kapal kecil akan ditarik terlebih dahulu," imbuhnya.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung. Adapun enam korban meninggal yang berhasil dievakuasi, di antaranya Anang Suryono (59) warga Probolinggo, Eko Sastriyo (50) warga Banyuwangi.
Lalu Elok Rumantini (33) warga Banyuwangi, Cahyani (45) warga Banyuwangi, Fitri April Lestari (33) warga Banyuwangi, dan Afnan Aqiel Mustafa (3) warga Banyuwangi. Mereka ditemukan di Perairan Pebuahan Jembrana. (*)