nasional

Suhu Ekstrem, Taruna Ikrar Anggota Amirul Hajj Indonesia: Waspada Heat Stroke bagi Jamaah dan Petugas Haji Indonesia

Jumat, 30 Mei 2025 | 23:33 WIB
Menteri Agama/Ketua Delegasi Amirul Hajj – Prof. Nasaruddin Umar (tengah) dan Taruna Ikrar (kanan) di Jeddah, Jumat (30/5/2025).

JAKARTA,Rakyatsultra.id – Dalam musim haji 1446 H / 2025, suhu ekstrem yang melanda wilayah Arab Saudi menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, terutama jemaah dan petugas haji Indonesia.

Menanggapi hal ini, anggota Amirul Hajj Indonesia, Prof. Taruna Ikrar, mengimbau seluruh jamaah dan petugas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke atau sengatan panas.

Suhu udara di wilayah Makkah dan Madinah diperkirakan dapat mencapai lebih dari 45°C, sebuah kondisi yang sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia, penderita penyakit kronis, serta mereka yang melakukan aktivitas fisik tinggi saat menjalankan ibadah.

"Heat stroke adalah kondisi medis serius yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi jemaah dan petugas untuk menjaga hidrasi, menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama, dan mengenakan pelindung seperti payung atau topi lebar," ujar Prof. Taruna Ikrar, di Jeddah, Jumat (30/5/2025).

Taruna Ikrar adalah ahli neurologi dan anggota tim Amirul Hajj Indonesia. Dia juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan preventif, termasuk memastikan asupan cairan cukup setiap hari.

Menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari, terutama antara pukul 10.00 hingga 15.00 waktu setempat.

Mengenali gejala awal heat stroke seperti sakit kepala, mual, kulit kemerahan, detak jantung cepat, dan kebingungan mental.

Tim kesehatan haji Indonesia, bersama petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji), telah disiagakan di berbagai titik pelayanan untuk memberikan penanganan cepat terhadap kasus heat stroke dan gangguan kesehatan lainnya selama musim haji 1446 H / 2025 ini.

Selain itu, Taruna juga mengingatkan pentingnya sinergi antarpetugas dan edukasi berkelanjutan kepada jemaah agar dapat menjalankan ibadah secara aman dan optimal.

Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, selaku Ketua Delegasi Amirul Hajj 2025, dalam arahannya menekankan tiga hal utama yang harus menjadi fokus dalam penyelenggaraan haji tahun ini: pelayanan yang profesional, perlindungan maksimal terhadap jamaah, dan penciptaan suasana ibadah yang khusyuk.

“Haji adalah ibadah yang sangat mulia dan berat. Oleh karena itu, negara wajib hadir sepenuhnya untuk memastikan jamaah dapat menjalankannya dengan tenang, aman, dan nyaman,” ujar Nasaruddin dalam pengarahan resmi Delegasi Amirul Hajj.

Menteri agama juga meminta seluruh jajaran petugas haji Indonesia untuk:

Bekerja dengan penuh empati dan ketulusan.

Halaman:

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB