Ditambahkan, Rita Mahyona, Deputi Bidang Pengawasan Obat dan Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, menegaskan pentingnya perlindungan generasi muda dari zat adiktif yang kian mudah diakses.
“Kami di BPOM terus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap produk tembakau dan turunannya, termasuk vape. Namun, perlindungan terbaik dimulai dari kesadaran.
Remaja perlu dibekali literasi dan keberanian untuk mengatakan tidak pada rokok dan zat adiktif lainnya,” ungkap Rita Mahyona.
Ia juga menyatakan komitmen BPOM untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.
Acara ini makin meriah dengan sesi interaktif, testimoni dari mantan perokok muda, serta penandatanganan komitmen bersama untuk menjadi generasi bebas rokok dan vape.
Dengan melibatkan pelajar secara langsung, BPOM RI berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dan menciptakan gerakan perubahan dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga komunitas luas.
“Kita tidak hanya ingin menciptakan generasi cerdas, tetapi juga sehat, berintegritas, dan mampu bersaing secara global,” tutup Prof. Taruna Ikrar.