rakyatsultra.id, rakyatsultra.id - Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Politeknik Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara" bekerja sama dengan Fajar National Network menghadirkan podcast inspiratif dengan tema "Peran Pendidikan Tinggi Vokasi Pada Pembangunan Daerah" bagian kedua.
Membahas ‘Mendorong Inovasi di Daerah : Peran Pendidikan Vokasi dan Dukungan Masyarakat’.
Dipandu moderator, Dr. Eng Abdul Kadir Muhammad, S.T.,PG.,DiPl.,M.Eng menghadirkan pemateri Tim Pakar Mitras DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri),Dharma Aryani, S.T.,M.T.,Ph.D dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Jayadi Nas S.Sos, M.S
Jayadi menyebut saat ini konsen pemerintah saat ini salah satunya adalah meningkatkan pendidikan tinggi vokasi sebagai bagian dari upaya strategis bangsa menghadapi fenomena terkini.
“Terus terang konsen dari pemerintah pusat yang ingin meningkatkan pendidikan tinggi vokasi itu bagian dari upaya strategis bangsa dalam menjawab fenomena yang kita hadapi,” sebutnya.
“Apakah itu kita melihat kondisi real yang ada saat ini maupun dalam menjawab tantangan dunia global ke depan,” sambungnya.
Untuk itu, pendidikan vokasi diharap menjadi jawaban dari tantangan tersebut.
“Sehingga tentu pendidikan vokasi adalah jawaban atau solusi dari persoalan itu,” jelasnya.
Untuk itu, komitmen dan konsistensi yang ada di politeknik bekerja sama dengan pemilik usaha, media dan pemerintah membuat komitmen bersama.
“Oleh karena itu teman-teman komitmen dan konsistensi kita semua seluruh penta helix yang ada sejumlah politeknik yang ada bagaimana misalnya dunia kerja, bagaimana pihak pemerintah dunia usaha dan segalanya teman-teman media kita betul-betul membuat suatu komitmen bersama selama ini kan kita sama-sama bekerja tapi belum bekerja sama,” pungkasnya.
Sementara itu, Dharma mengungkap Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi telah menetapkan standar pendidikan sejak 2023 memberikan ruang setiap pendidikan dalam mengelola pendidikan, penelitian dan inovasi
“Memang kalau Kementerian Pendidikan Ristek beberapa kebijakan secara top down sudah dilahirkan dengan misalnya lahirnya peraturan standar pendidikan tinggi dimana standar pendidikan tinggi tahun 2023 itu sudah memberikan ruang untuk setiap pengelola pendidikan tinggi secara otonomi melakukan diferensiasi dalam hal misal yang tentu turun ke dalam bagaimana mengelola pendidikan, penelitian dan inovasi,” jelasnya.
Dalam hal ini Politeknik Negeri Ujung Pandang memiliki ciri khas, keunggulan dan memiliki fokus pengembangan pendidikan tinggi vokais.
“Yang artinya PNUP punya ciri khas sendiri, punya keunggulan sendiri, punya fokus pengembangan pendidikan yang khusus yang tentu tidak bersaing dalam topik yang sama dengan politeknik yang lainnya,” jelasnya.
Dia berharap lulusan tinggi vokasi dapat dikenali dalam dunia usaha dari segi kompetensinya.