Rakyatsultra.id - Pernyataan Gus Miftah yang berkata kasar kepada penjual es teh dalam acara pengajian di daerah Magelang, Jawa Tengah, mendapat sorotan dari publik luas. Banyak yang menganggap pernyataan kasar itu merupakan suatu tindakan yang salah.
Salah satu kritikan itu datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis. Melalui unggahananya di Instagram, Cholil Nafis menganggap tindakan Gus Miftah keliru dan tidak patut untuk dicontoh.
"Meskipun sambil ketawa mungkin bercanda, ucapan itu tak baik dikatakan apalagi di depan publik oleh penceramah dan pejabat publik," ujar Cholil, Rabu (4/12).
Dia pun memberikan saran agar Gus Miftah atau pencemarah lain dapat lebih bijaksana ketika menyampaikan cemarah. Hal itu supaya nilai kebaikan yang disampaikan masuk ke hati dan pikiran masyarakat, bukan malah tertutupi oleh candaan atau pemilihan kata yang keliru atau kurang bijak.
"Perlu kematangan diri sang penceramah dalam menanggapi sesuatu, sehingga tidak kontra produktif. Orang-orang berharap kepada penceramah apalagi merangkap penjabat untuk mendapat keteladanan," kata Cholil Nafis.
Selain itu, Cholil Nafis juga menyoroti profesi penjual es teh. Dia menyatakan profesi itu merupakan profesi yang baik karena bagian dari usaha untuk mencari rezeki yang halal.
"Itu tukang jual sedang berkasab mencari rezeki yang halal sesuai kemampuannya," katanya.
Mengakhiri pernyataannya, Cholil Nafis meminta apa yang dilakukan Gus Miftah bisa menjadi pembelajaran. Sehingga, kejadian yang sama tidak tidak perlu terjadi lagi di masa yang akan datang.
"Yang seperti itu jangan ditiru ya Dek.. Astaghfirullah," tandasnya.