nasional

Rumah Sakit di Gaza Tutup akibat Krisis Bahan Bakar

Senin, 1 Juli 2024 | 12:51 WIB
A fraying Palestinian flag flies near a field hospital of the International Medical Corps in the western part of Rafah in the southern Gaza Strip on June 14, 2024 amid the ongoing conflict in the Palestinian territory between Israel and Hamas. (Photo by Bashar TALEB / AFP) (BASHAR TALEB)

Jakarta,rakyatsultra.id- Banyak rumah sakit, pusat layanan medis, dan stasiun oksigen di Jalur Gaza kemungkinan harus tutup dalam 48 jam akibat ketiadaan bahan bakar untuk mengoperasikan generator.

 

"Kementerian Kesehatan kembali memperingatkan bahwa rumah sakit , pusat medis, dan stasiun oksigen yang masih tersisa akan berhenti beroperasi dalam waktu 48 jam akibat krisis bahan bakar," kata kementerian melalui Telegram.
  
Para pejabat juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa serta organisasi-kemanusiaan untuk segera melakukan intervensi guna memasok bahan bakar dan generator.

Pada 7 Oktober 2023, kelompok perjuangan palestina Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel, menerobos perbatasan, serta menyerang lingkungan sipil dan pangkalan militer Israel.
  
Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 orang lainnya diculik selama serangan berlangsung.
  
Israel lantas melakukan serangan balasan, memerintahkan pengepungan total terhadap Gaza dan mulai melancarkan serangan darat untuk melenyapkan para petempur Hamas serta menyelamatkan para sandera.
  
Sebanyak 120 sandera diyakini masih ditahan kelompok Hamas di Gaza, dan 43 sandera di antaranya meninggal.
  
Sejauh ini, lebih dari 37.800 orang terbunuh dan sedikitnya 86.900 orang terluka selama operasi militer Israel, menurut otoritas setempat. AFP PHOTO/Omar Al-Qattaa/Bashar Taleb.

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB