Pernyataan Pj Gubernur yang disampaikan tanpa mempertimbangkan aspek politik, sosiologis maupun psikologis masyarakat justru memicu kontroversi menyebabkan polemik serta keterbelahan masyarakat disadari atau tidak oleh yang bersangkutan.
Pentingnya memahami kondisi psikologis publik menjelang pemilu dengan silang sengkarut kepentingan membutuhkan kearifan serta kedewasaan sikap para pemimpin.
Sikap ini yang diabaikan oleh Pj Gubernur sehingga mengakibatkan turbulensi yang tidak lagi bisa dikendalikan.
Kondisi ril ini yang mendasari APDESI, mahasiswa serta masyarakat menggelar demonstrasi menuntut mundur Pj Gubernur Sulsel sebagaimana terlihat pada spanduk, pernyataan sikap hingga yel-yel yang disampaikan selama demonstrasi berlangsung.
“Situasi kritis ini mengharuskan Mendagri untuk segera mengambil langkah tegas mencopot Pj Gubernur Sulsel untuk menciptakan iklim yang kondusif menjelang pemilu serentak 2024,” tegas para pendemo. RS