MAKASSAR, rakyatsultra.id - Desakan mundur kepada Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin terus mengalir.
Kali ini desakan datang dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Sulawesi Selatan (Ampera Sulsel), Kepala Desa se-Sulawesi Selatan yang bernaung dalam Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD-APDESI).
Tokoh masyarakat dan mahasiswa menggelar demontrasi Kamis (21/12/2023) siang.
Tuntutannya mendesak Bahtiar Baharuddin untuk segera mundur dari jabatanya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel.
Alasanya tak main-main. Mereka menilai Bahtiar Baharuddin banyak melakukan kebijakan penuh kontroversi tidak pro rakyat, hanya mementingkan kepentingan segelintir orang (pengusaha).
Bahtiar Baharuddin sempat memunculkan narasi keuangan Sulsel terancam bangkrut akibat APBD defisit 1,5 triliun.
Belakangan Bahtiar Baharuddin menyewa helikopter untuk kunjungan dinas ke daerah.
“Sehubungan dengan banyaknya fenomena sosial yang berasal dari kebijakan-kebijakan PJ Gubernur Sulawesi Selatan yang kami anggap tidak pro-rakyat dan hanya mementingkan kepentingan segelintir orang (pengusaha) maka kami dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Sulawesi Selatan meminta Bapak Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin untuk mundur dari jabatanya,” demikian ditegaskan Koordinator Lapangan Aksi dari Ampera Sulsel, Fahmi Sofyan dalam orasinya di Depan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (21/12/2023).
“Rakyat sudah tidak percaya lagi anda. Kami datang ke sini tidak lagi mau bertemu dengan anda. Kami tak butuh penjelasan lagi atas kebijakan anda yang kontroversi syarat tidak pro rakyat, tapi justru mementingkan urusan pengusaha yang merugikan masyarakat. Ini kebijakan yang KKN. Karena itu kami datang untuk mendesak anda mundur dari jabatan Pj Gubernur,” sambung Fahmi.
Tak hanya kontroversi di atas, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin pun baru-baru telah melakukan kebijakan yang merugikan masyarakat dan membuat Provinsi Sulsel menjadi daerah yang gagal pembangunanya.
Fahmi Sofyan mengatakan, Bahtiar telah memotong anggaran pembangunan Jalan dan Jalur Pedestrian kawasan Center Point of Indonesia di Kota Makassar.
Menurut Fahmi Sofyan, jalur ini menunjang akses RS OJK di CPI yang ditarget untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Jalur yang dianggarkan 12,5 Miliar dipangkas 10 Miliar menjadi 2,5 Miliar. Padahal, pembangunan jalan akan segera diresmikan Presiden Jokowi.