nasional

Buku Putih Stranas Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030 Resmi Diluncurkan

Jumat, 8 Desember 2023 | 10:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto resmi meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030.

rakyatsultra.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto resmi meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030 di Jakarta, Rabu (6/12).

Buku tersebut akan menjadi pedoman bagi kementerian atau lembaga dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan ekonomi digital serta menjadi rujukan dalam menentukan posisi Indonesia di dunia internasional.

Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital juga merupakan agenda transformasi digital nasional.

“Ini sejalan dengan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang didorong Indonesia untuk menjadi satu-satunya ekosistem perjanjian perdagangan dunia yang ada di sektor digital,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Jumat (8/12).

Dia menyampaikan pemerintah menyiapkan tiga fase dalam mengembangkan ekonomi digital hingga 2045 mendatang.

Pertama, fase prepare yang dimulai dengan perbaikan pondasi digital dasar guna memastikan masyarakat siap bertransformasi.

Kedua, Fase Transforms sebagai upaya percepatan transformasi guna menciptakan masyarakat dan bisnis yang cerdas, serta Fase Lead dengan mulai menetapkan standar dalam teknologi inovasi di masa mendatang.

Lebih lanjut Menko Airlangga mengatakan, untuk mendorong Indonesia ke tahap Lead pada 2045 mendatang terdapat sejumlah aspirasi target yang telah ditetapkan. Antara lain peningkatan daya saing digital Indonesia yang semula berada pada peringkat ke-51 di tahun 2022 menjadi peringkat ke-20 di 2045, serta kontribusi ekonomi digital yang harus mencapai 20 persen terhadap PDB.

Sebagai informasi, buku tersebut juga memuat strategi berupa 6 pilar utama pengembangan ekonomi digital.

Pilar pertama, di bidang Infrastruktur intervensi akan menyasar perluasan jangkauan penetrasi internet, peningkatan mutu infrastruktur digital, serta peningkatan dalam computing edge.

Hingga saat ini, Pemerintah sendiri telah membangun sejumlah infrastruktur digital seperti Jaringan Fiber Optic Palapa Ring yang menghubungkan 57 Kab/Kota, tambahan BTS, hingga pemanfaatan Satelit Multifungsi Satria untuk lokasi 3T.

Kemudian pilar kedua pada bidang SDM, intervensi ditujukan menyasar pendidikan formal, pemberdayaan tenaga kerja, dan lifelong learning guna memastikan setiap individu memiliki keterampilan di era digital.

Indonesia diprediksi membutuhkan talenta digital hingga 9 juta dalam 15 tahun mendatang atau 600 ribu setiap tahunnya.

Saat ini, Pemerintah terus mendorong peningkatan keterampilan digital masyarakat melalui Prakerja, Digital Talent Scholarship, hingga kolaborasi dengan pihak swasta seperti Apple, Microsoft, dan Amazon.

Halaman:

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB