Jumat, 28 Agustus 2026

Mabes TNI Bantah Prajurit Datangi Polda Metro Jaya di Tengah Maraton Penggeledahan Kasus Korupsi dan TPPU oleh Polri

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 9 Juli 2026 | 13:38 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Di tengah maraton penggeledahan dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Polri di 12 titik, beredar informasi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya didatangi oleh sejumlah prajurit TNI. Kabar itu langsung dibantah oleh Mabes TNI.

”Tidak benar berita yang menyebutkan TNI mendatangi Polda Metro Jaya dalam hal ini,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7).

Jenderal bintang satu TNI AD tersebut menepis video dan foto yang sudah beredar luas di media sosial (medsos) dan media massa. Dia menegaskan kembali bahwa informasi, video, maupun foto tersebut tidak benar. Nas meminta semua pihak tidak berlebihan.

”Tolong narasinya jangan hiperbola, waspadai provokasi,” ucap Nas.
 

Berkaitan dengan kabar lain yang juga ramai, yakni terkait pengamanan rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, Nas menyatakan bahwa itu merupakan permintaan pihak Kejaksaan.

”Terkait pengamanan JAM Pidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi Kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

 

Menurut dia, pengamanan itu sesuai dengan aturan dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025. Yakni ketentuan yang mengatur perlindungan terhadap jaksa dalam melaksanakan tugasnya. Dia menegaskan bahwa pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang ramai belakangan ini.

”Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri,” ujarnya.

Kediaman JAM Pidsus Kejagung Febrie Adriansyah di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) memang sempat terpantau ramai. Sejumlah petugas tampak berkumpul sejak petang hingga malam hari kemarin (8/7). Sejumlah orang berbadan tegap terlihat di dalam dan luar pagar rumah.

Tidak hanya itu, beberapa petugas dari Kejagung juga kelihatan berkumpul tidak jauh dari rumah tersebut. Beberapa masih tampak mengenakan seragam. Namun, ada pula yang berpakaian bebas. Selain petugas Kejagung, sempat terlihat beberapa prajurit TNI yang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) dan baret.

Sampai berita ini dibuat pukul 23.27 WIB kemarin, belum ada keterangan apapun terkait dengan ramai-ramai aktivitas di rumah Febrie. Yang pasti, pada saat bersamaan berlangsung penggeledahan di 12 titik di Jakarta dan Bogor. Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya yang menjadi motor penggeledahan tersebut.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon, penggeledahan dilakukan atas dasar 2 laporan kepolisian. Agar kasus-kasus tersebut terungkap secara terang-benderang langsung dilakukan penggeledahan.

”Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan 2 laporan polisi yang saat ini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya,” kata dia kepada awak media.

Victor menjelaskan bahwa kasus yang ditangani oleh polisi terkait dugaan korupsi dan TPPU yang berkelindan dengan 2 konstruksi perkara. Pertama, dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya.

”Yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu tahun 2020 sampai dengan tahun 2025,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X