Jumat, 28 Agustus 2026

Terhambatnya Pemulihan Listrik di Aceh Dinilai Karena Sulitnya Akses Infrastruktur

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 11 Desember 2025 | 09:32 WIB
Pembangunan tower listrik darurat di daerah bencana Aceh. (Istimewa)
Pembangunan tower listrik darurat di daerah bencana Aceh. (Istimewa)

Aceh, Rakyatsultra.id - Kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh tergolong parah, terutama karena menyentuh jaringan utama seperti transmisi, gardu induk, hingga pembangkit. Di tengah kondisi tersebut serta akses lokasi yang sulit pascabencana, proses pemulihan listrik dinilai berlangsung cukup cepat.

Akademisi sekaligus Wakil Direktur IV Politeknik Negeri Lhokseumawe, Muhammad Arifai, menyebut tantangan terbesar pemulihan saat ini adalah kombinasi antara tingkat kerusakan yang berat dan hambatan akses menuju titik-titik terdampak.

“Tantangan terbesarnya ada pada rusaknya infrastruktur dan akses yang sulit. Namun di tengah kondisi itu, ritme pemulihannya tetap terbilang cepat,” kata Arifai, Rabu (10/12).

Arifai menjelaskan, setelah akses mulai terbuka dan perbaikan fisik dilakukan, tahapan paling krusial dalam pemulihan adalah proses sinkronisasi antara pembangkit dan sistem jaringan. 

 

“Sinkronisasi ini tidak bisa tergesa-gesa. Tegangan, frekuensi, dan fase harus benar-benar presisi. Kalau dipaksakan, risikonya bisa menimbulkan gangguan lanjutan,” tegasnya. 

Sebelum sinkronisasi, peralatan yang terendam banjir harus melalui pengeringan, pembersihan, inspeksi, dan pengujian agar aman saat dioperasikan kembali.

Setelah sinkronisasi, langkah lanjutan dilakukan untuk menjaga keandalan sistem, termasuk penyesuaian proteksi, pemantauan melalui SCADA, serta penyeimbangan beban antarwilayah agar tidak terjadi overload.

Arifai menambahkan, khusus wilayah longsor, pekerjaan kelistrikan hanya dapat dimulai setelah tanah benar-benar stabil. 

“Kalau tanah belum stabil lalu jaringan langsung dipasang, risikonya rusak kembali. Karena itu pekerjaan sipil dan kelistrikan harus berjalan seiring,” ucapnya.

Meski pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut keselamatan sistem, Arifai menilai percepatan tetap nyata terlihat. 

“Prosesnya memang bertahap, tapi percepatannya terukur dan terlihat di lapangan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X