Jumat, 28 Agustus 2026

Mengenal Istilah Galodo, Bencana Banjir Bandang Mengerikan di Agam Sumatera Barat

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 4 Desember 2025 | 09:42 WIB
Petugas Basarnas menurunkan korban sakit yang dievakuasi dari helikopter, di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Senin (1/12). (IGGOY EL FITRA/ANTARA FOTO)
Petugas Basarnas menurunkan korban sakit yang dievakuasi dari helikopter, di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Senin (1/12). (IGGOY EL FITRA/ANTARA FOTO)

Sumatera, Rakyatsultra.id - Bencana hidrometeorologi basah yang menghantam Sumatera Barat (Sumbar), khususnya di Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 mengakibatkan dampak yang luar biasa.

Jumlah korban meninggal terus bertambah, juga pengungsi, sementara kerugian infrastruktur mencapai miliaran rupiah.

Di Sumbar, bencana kali ini membuat sejumlah istilah lokal menjadi populer, salah satunya adalah galado.

 

Fokus utama penanganan bencana beralih ke pusat-pusat bencana yang luluh lantak diterjang galodo dan longsor. Lantas, apa sebenarnya istilah galodo ini?

 

Galodo, Istilah Lokal untuk Banjir Bandang dari Sumbar

Bagi masyarakat Minangkabau, bencana banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba dan membawa material berat seperti lumpur, kayu, dan batu dikenal dengan istilah galodo.

Istilah ini sangat khas digunakan untuk menggambarkan bencana yang kini melanda Agam dan menyebabkan kerusakan masif.

Menurut Kamus Minangkabau-Indonesia terbitan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985), galodo adalah tanah terban yang berbatu-batu, atau tanah longsor.

Dikutip dari Padang Ekspres (JawaPos Group), pusat-pusat kejadian galodo dan longsor menjadi lokasi dengan korban jiwa terbanyak.

Di Salarehaie Timur, Palembayan, tercatat jumlah korban paling masif. Jorong Subarangaie menjadi titik paling mengkhawatirkan.

Hingga Rabu (3/12) pukul 12.00 WIB, dampak bencana banjir bandang galodo di Agam tercatat sangat memprihatinkan.

- Korban Meninggal: 132 warga

- Warga Hilang: 71 orang

- Warga Mengungsi: Lebih dari 4.000 orang

- Warga Luka-Luka: 23 orang dirawat di RSUD Lubukbasung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X