Jumat, 28 Agustus 2026

Mulai Hari ini Polda Sultra Kerahkan 458 Personil Amankan Operasi Keselamatan Anoa 2022 , Ini Tujuh Jenis Pelanggaran Yang Disasar

Photo Author
Muhammad Ihsan, Rakyat Sultra
- Selasa, 1 Maret 2022 | 16:50 WIB

-
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Anoa 2022 di lapangan Mapolda Sultra, Selasa 1 maret 2022.  Apel ini dipimpin Wakapolda Sulawesi Tenggara Brigjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si KENDARI, Rakyatsultra.com,  --  Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Anoa 2022 di lapangan Mapolda Sultra, Selasa 1 maret 2022.  Apel ini dipimpin Wakapolda Sulawesi Tenggara Brigjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si Apel Gelar Pasukan ini diikuti oleh personel TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), BPTD XVIII Sultra, BPJN Sultra dan Jasa Raharja Sulawesi Tenggara dengan mengambil tema “Ciptakan Kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban Dan Kelancaran Lalu Lintas Menjelang Idul Fitri 1443 H Tahun 2022 Serta Pencegahan Penyebaran Covid-19 Diwilayah Hukum Polda Sultra”.  

-
Kapolda Sultra, Irjen Pol. Drs. Teguh Pristiwanto dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakapolda Sultra Brigjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si mengatakan apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasional berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

  Lanjut  Waris mengatakan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan sangat cepat. Hal ini sebagai konsekuensi meningkatnya ruas jalan, jumlah kendaraan bermotor dan populasi jumlah penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. “berbagai permasalahn tersebut diantaranya pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan dan kemacetan, sehingga memerlukan upaya penanganan secara professional dan komprhensif, agar tercipta kemseltibcar lantas sebagaimana yang diharapkan, “ ucap Waris.   Kata dia, Operasi keselamatan Anoa 2022 ini merupakan salah satu upaya Polri dalam rangka meningkatkan keselamatan masyarakat, yang dilaksanakan memanfaatkan dengan moment menjelang Idul Fitri melalui pendekatan persuasive dan Edukatif terutama dalam menekan penularan Covid-19 di jalan. Dalam operasi yang bersifat kemanusiaan ini, petugas mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif disertai kegiatan yang bersifat persuasif humanis. “ kegiatan tersebut dilakukan denga memberdayakan fungsi Dikmas lantas secara optimal, penerangan masyarakat di media cetak maupun elektronik, serta pelayanan informasi lalu lintas  melalui manajemen media lantas polda sultra, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pengguna jalan,” tutupnya.
-
Direktur Lalulintas Polda Sultra, Kombes Pol Rahmanto Sujudi Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Lalulintas Polda Sultra, Kombes Pol Rahmanto Sujudi mengatakan pelaksanaan Operasi Keselamatan Anoa tersebut akan diterapkan selama 14 hari mulai tanggal 1 hingga 14 Maret 2022. “Tindakan utama adalah preventif dan represif. Jadi untuk kegiatan represif adalah hanya kegiatan seleksi prioritas apabila yang berpotensi kecelakaan,” ungkap Rahmanto saat dimintai keterangan di Polda Sultra. Menurutnya, jumlah keterlibatan pasukan yang dikerahkan pada Operasi Keselamatan Anoa ini adalah sebanyak 458 dari seluruh jajaran yang akan menyasar seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukum Polda Sultra yang focus untuk menertibkan kepatuhan aturan lalu lintas.
-
Direktur Lalulintas Polda Sultra, Kombes Pol Rahmanto Sujudi Lanjut Rahmanto, mengatakan bahwa pada operasi tersebut pihaknya tidak menentukan titik jaga yang diprioritaskan karena pelaksanaannya bersifat menyeluruh. “Karena ini berupa operasi keselamatan sehingga tidak berupa pospam, tidak ada pospamnya tapi sifatnya adalah keseluruhan wilayah,” jelasnya. “Intinya kita berharap pada saat operasi ketupat di Idul Fitri 2022 masyarakat tidak lagi mengabaikan prokes dan tidak lagi mengabaikan prokes Covid-19,” pungkasnya Seperti diketahui bahwa Operasi Keselamatan akan berlangsung selama 14 hari mulai 1 Maret hingga 14 Maret 20222 dengan menyasar 7 jenis pelanggaran diantaranya ::
  1. Penggunaan helm
  2. Menum minuman keras saat berkendara
  3. Penggunaan Sabuk keselamatan
  4.  Kecepatan berkendara
  5. Pengendara Anak dibawah umur.
  6. Penggunaan HP saat berkendara
  7. Melawan arus. (p2)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Ihsan

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X