Jumat, 28 Agustus 2026

Trending di Twitter Membahas Pagelaran Wayang Milik Gus Miftah, ini Tanggapannya

Photo Author
Muhammad Ihsan, Rakyat Sultra
- Selasa, 22 Februari 2022 | 09:34 WIB

-
Gus Miftah Rakyatsultra ,-- Baru-baru ini publik kembali disibukan dengan video yang memperlihatkan pagelaran wayang kulit di Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah. Pagelaran wayang kulit di tempat Gus Miftah itu viral dan menjadi sorotan lantaran dalang memainkan wayang mirip Ustaz Khalid Basalamah . Dalam penggalan video yang beredar di media sosial wayang berpeci dan berjenggot itu remuk dihajar wayang lainnya. Dari kejadian itu publik pun bereaksi dengan pertunjukan yang di tampilkan itu dan langsung menyerbu akun Instagram milik Gus Miftah. Tak hanya itu tagar #Miftah pun trending di Twitter dan sampai saat ini seperti yang dilansir Galamedia tagar itu sudah 12,7 ribu Twet. Terkait hal ini, Gus Miftah selaku pemilik pondok pesantren, angkat bicara soal gelaran wayang kulit yang digelar di pondoknya. Gus Miftah menjelaskan jika sejak awal dirinya memang kerap menggelar pertunjukan wayang di Ponpes Ora Aji, Sleman, DIY sejak tahun 2012. Ia juga menyebutkan bahwa pagelaran wayang nya sempat berhenti dikarnakan pandemi dan saat ini mulai kembali menggelarnya. "Yang pertama bahwa saya itu nanggap wayang dari 2012, artinya memang Ponpes Ora Aji itu rutin menggelar pentas wayang  cuma berhenti karena persoalan pandemi," ujar Gus Miftah kepada wartawan. "Jadi kalau dimaknai pentas wayang itu merupakan reaksi atau respons dari apa yang terjadi saat ini saya pikir kurang pas," sambungnya. Selain wayang yang di mainkan mirip dengan Ustaz Khalid Basamalah unggahan di Instagramnya yang menampilkan konten pembacaan sajak yang ditulisnya pun tak luput menjadi sorotan netijen. Karena menurut netijen, dalam sajak itu menyudutkan salah satu pihak. Namun Gus Miftah mengelak dan menyebutkan bahwa perbedaan pendapat dalam ilmu itu hal yang biasa. "Kalau yang viral atau yang trending itu tentang sajak saya, kalau soal kritik ilmu kalau soal perbedaan pendapat dalam ilmu itu kan suatu hal yang lumrah jadi sah-sah saja," sebutnya.T erakhir Gus Miftah juga menegaskan bahwa sajak itu merupakan tanggung jawabnya sebagai orang yang membuat. Namun, untuk pertunjukan wayang , ia menegaskan jika itu domain dari dalang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Ihsan

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X