Jumat, 28 Agustus 2026

Rawa di Desa Laworo Bakal Disulap Jadi Lokasi Ekowisata

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Selasa, 14 Desember 2021 | 06:19 WIB
    Lokasi rawa yang akan disulap menjadi ekowisata yang dikelilingi gugusan pulau-pulau buatan. Foto: Erik/Rakyat Sultra.    LAWORO - Terobosan baru yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Laworo patut mendapatkan apresiasi dan perhatian serius dari pemerintah kabupaten (Pemkab). Dengan melihat potensi alam, rawa yang berada ditengah rimba disana, bakal disulap menjadi ekowisata. Tak main-main, gelontoran dana desa (DD) tahap tiga tahun ini, telah diproyeksikan membangun kolam air tawar. Saat ini, Pemdes sedang menggenjot pengerjaannya. Desain besar itu, bakalan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang obyek wisata alam. Tentunya, program tersebut akan berkorelasi dengan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan, dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. La Ode Ida. Foto: Erik/Rakyat Sultra.  Kades Laworo La Ode Ida mengaku, ada dua petak lokasi yang akan dijadikan sebagai ekowisata. Pertama, lokasi dengan luas 20x25 meter persegi itu, telah terbentuk. Sedangkan, lokasi berukuran 80x90 meter persegi sementara dibuat tanggul yang mengelilingi areal tersebut. "Kita sudah mulai kerja. Dan langkah awal kita mulai melakukan pembuatan embrio. Ini kita jadi sebagai ekowisata," kata Kades Laworo, La Ode Ida saat ditemui di Balai Desa, Senin (13/12/2021). Lokasi ekowisata itu, lanjut La Ode Ida, akan didesain agar terlihat eksotis. Skemanya, dibentuk sebuah daerah mini, dengan gugusan pulau-pulau buatan. Untuk lokasi dengan ukuran 80x90 meter persegi, dibuatkan enam sampai tujuh gugusan pulau, dilengkapi dengan vila, lampu penerang, kafetaria, hingga lokasi wisata pemancingan. Sementara, lokasi berukuran 20x25 meter, dibuatkan dua gugusan pulau saja, yang kini sudah terbentuk. "Nanti, gugusan pulau-pulau ini, akan terhubung dengan jembatan kayu besi. Ini akan menjadi tempat refresing. Karena memang ini, untuk lokasi wisata. Enam pulau buatan akan dijadikan tempat VIP. Disana nanti ada tempat karaokenya. Tempat makan dan minum, tempat mancing, dan posisinya berada ditengah pulau. Ini juga menjadi potensi pengembangan ekonomi masyarakat. Karena, membuka lapangan kerja. Masyarakat diberdayakan," terang La Ode Ida. La Ode Ida menargetkan, desa Laworo 2024 mendatang menuju kemandirian, yang tadinya tahun 2020 masuk kategori desa tertinggal. Ia menilai, 2021 ini, sudah masuk sebagai desa berkembang. Sebab, berbagai program pembangunan dari Provinsi secara berkesinambungan, telah dilakukan disana. Kades Laworo La Ode Ida saat mengajak wartawan melihat lokasi pembangunan ekowisata. Terlihat, petak berukuran 20x25 meter persegi, dua gugusan pulau-pulau buatan telah dibentuk. Foto: Erik/Rakyat Sultra. Sebenarnya, kata La Ode Ida, pengembangan ekowisata itu, kalau digenjot lewat DD, ditarget 2023 sudah tuntas. Akan tetapi, kalau Pemkab setempat memberikan suplai bantuan dan APBD, 2022 tuntas seratus persen. "Kita juga tetap kolaborasi dengan dinas terkait yakni Perikanan dan Pariwisata. Karena, pada dasarnya, kita berupaya mengangkat icon Kota Laworo. Alhamdulillah, kita sudah komunikasi dengan Kadis Pariwisata, kita akan undang untuk hadir dan berkunjung sekaligus memberikan petunjuk," terangnya. La Ode Ida mengaku, selama desa Laworo terbentuk, 23 tahun lamanya, hutan yang ada terabaikan. Kini, perlahan sudah menunjukkan progres signifikan. Makanya, diera kepemimpinannya, ekowisata diserahkan pada BUMDes, untuk dikelola demi meningkatkan pendapatan keuangan desa. "BUMDes selama ini mati suri. Kita akan hidupkan kembali supaya bisa berkembang cepat dengan wadah yang telah disiapkan," akunya. Ia berharap, dengan pengambangan itu, ada target-target yang mesti dicapai, demi kesejahteraan bersama. Mulai dari peluang lapangan kerja, hingga kegiatan usaha lainnya. "Masyarakat yang tidak punya lahan pertanian, bisa diakomodir untuk menjaga dan melestarikan aset. Kemudian, generasi semakin sadar bagaimana peluang bisnis bisa dikembangkan. Dengan begitu, target Laworo bisa menjadi desa Mandiri ke depan," pungkasnya. (m1/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X