Kompleks perkantoran PT VDNI Park Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra.
KENDARI - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia dimaknai PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) untuk terus berkontribusi bagi Indonesia, terutama dalam kondisi pandemi yang sudah berlangsung lebih dari setahun.
Semangat memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 RI juga mendorong VDNI dan OSS untuk terus berkomitmen memperkuat upaya sebagai perusahaan smelter nikel yang bukan hanya berorientasi pada keuntungan, tapi juga mendukung program Hilirisasi Mineral yang digagas pemerintah Indonesia.
Upaya memajukan bangsa diwujudkan VDNI-OSS dengan secara konsisten berkontribusi bukan hanya melalui rekrutmen pekerja yang terus meningkat setiap tahunnya, tapi juga komitmen untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia Indonesia, yakni melalui politeknik yang akan segera beroperasi mulai tahun ini.
PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) memaknai peringatan HUT RI ke-76 dengan terus bergerak maju menghadirkan inovasi terbaik dari produk turunan nikel untuk berkontribusi pada kemajuan kehidupan bangsa Indonesia. Peringatan Hari Kemerdekaan juga mendorong VDNI-OSS untuk selalu berkomitmen dalam memperkuat upaya sebagai perusahaan smelter yang bukan semata berorientasi profit, tapi juga mendukung program Hilirisasi Mineral yang digagas pemerintah Republik Indonesia.
Direktur VDNI-OSS Tony Zhou Yuan menceritakan, penghayatan tentang hari kemerdekaan berarti memaknai sebuah perjalanan, tentang bagaimana VDNI-OSS terus bergerak dan berinovasi dalam menghadapi segala tantangan seperti masa pandemi saat ini untuk selalu memberikan hasil maksimal dari proses produksi di VDNI-OSS.
“Sejak 2014 kami memilih lokasi site (di Indonesia) dan akhirnya memutuskan untuk membangun proyek Kawasan Industri Nikel pertama di Konawe. Pada tahun 2014 kami telah menyelesaikan survey lapangan, tahun 2015 memperoleh Izin Lingkungan dan Izin Operasi dan pada bulan April 2017 pabrik lini produksi pertama mulai beroperasi,” ujar Tony mengenang perjalanannya.
Tony yang berusia 33 tahun kini sudah menetap di Konawe selama sekitar 7 tahun, bersamaan dengan lahirnya VDNI-OSS. Perjalanan yang masih terhitung singkat, namun tidak dengan kontribusi yang telah dihasilkan anak perusahaan dari Jiangsu Delong Co.Ltd. tersebut.
Saat ini, melalui investasi sebesar US$1 miliar, PT VDNI telah mengoperasikan 15 lini produksi berkapasitas 1.000.000 MT/tahun, dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$700 juta. Tak hanya itu, PT VDNI juga telah menyerap sebanyak 6.167 tenaga kerja dan memberikan kontribusi penerimaan pemerintah dari sektor pajak sebesar Rp2,7 triliun pada tahun 2020.
Sedangkan PT OSS berhasil menyerap hingga 9.714 tenaga kerja dan memberikan kontribusi pajak pada 2020 mencapai Rp2,8 triliun. Melalui total investasi sebesar US$2 miliar, PT OSS mengoperasikan 32 lini produksi dengan kapasitas 2.300.000 MT/tahun serta 6 AOD dengan kapasitas 3.000.000 MT/tahun, dengan nilai ekspor mencapai lebih dari US$1 miliar.
Tony menyampaikan, kini kawasan industri PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP) telah menjadi salah satu penghasil feronikel dan stainless yang paling kuat, terbaik dan paling ramah lingkungan yang ada di dunia.
“Di saat yang bersamaan juga membawa dampak perkembangan industri relevan di wilayah setempat, seperti pertanian, pariwisata, industri menengah, industri pengolahan, pertambangan, dan lain-lain. Kami berusaha menjadikan Konawe dan Kendari menjadi salah satu kota industri modern,” imbuhnya.
Kisah keberhasilan dan kemanfaatan dari kehadiran VDNI-OSS di Konawe pun diamini oleh warga di sekitar kawasan industri. Seperti diketahui, kawasan industri VDNIP seluas 2.253 hektare berada di tiga kecamatan yang melingkarinya yakni Kecamatan Morosi, Bondoala dan Kapoiala.
Kompleks Virtue Dragon Nickel Industry Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra.
Politeknik Tridaya Virtu Morosi
Tony menuturkan bahwa untuk semakin mengembangkan perusahaan dan juga membangun Indonesia, dibutuhkan banyak SDM yang berkompeten. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menyiapkan pendidikan anak-anak muda di sekitar kawasan industri sehingga dapat memiliki daya saing yang baik untuk berkembang.
“Dengan alasan tersebut, kami yakin perlu mendirikan politeknik untuk mengedukasi masyarakat setempat, meningkatkan pengetahuan dan ilmu profesional mereka, dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal,” ungkapnya.
Lembaga pendidikan bernama “Politeknik Tridaya Virtu Morosi” tersebut dikonsep sesuai dengan kebutuhan profesional perusahaan. Tiga program studi D3 yang disiapkan, yaitu Teknologi Metalurgi Industri Logam, Teknologi Sipil, serta Teknologi Listrik Industri Logam akan mengantarkan mahasiswanya untuk mengenal lebih dini terhadap teknologi mutakhir yang digunakan di industri pengolahan.
Politeknik yang akan mulai beroperasi akhir tahun 2021 ini akan bertempat di area Kawasan Industri VDNIP dan diharapkan dapat memberi kontribusi yang luas bagi pembangunan SDM unggul untuk mewujudkan Indonesia maju. Sebuah catatan penting dari perjalanan 7 tahun keberadaan PT VDNI dan PT OSS di Republik Indonesia.
“Saya percaya bahwa masyarakat membutuhkan potensi SDM untuk pengembangan jangka panjang dengan kualitas yang lebih tinggi, dan pendidikan berkualitas adalah jalannya. Selamat Merayakan Hari Kemerdekaan ke-76 untuk seluruh bangsa Indonesia. Mari saling berkontribusi,” pungkas Tony.
Cerita Warga Sekitar Kawasan Industri
Budi Santoso.
Kepala Desa Morosi, Budi Santoso, menceritakan bagaimana bantuan akses air bersih dari VDNI-OSS telah sangat membantu kehidupan masyarakat. Taraf ekonomi warga pun meningkat dengan besarnya potensi bisnis seperti rumah makan dan kos-kosan yang muncul karena ada ribuan pekerja yang tinggal di wilayah tersebut, hal yang sangat berbeda dengan kondisi bertahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dulu sunyi kondisinya, karena di sini cuma ada berapa KK (kepala keluarga) dan kami cuma petani yang tinggal di kampung. Kalau petani kan tanam sayur nunggu berapa bulan baru ada hasil. Dengan sekarang juga adanya VDNI-OSS, meskipun ada juga masyarakat yang yang ingin tanam sayur, kita juga nggak susah karena sekarang pasarnya dekat,” ujar Budi.
Edi, Warga Morosi
Edi warga Morosi, menggambarkan bahwa kehadiran VDNI-OSS telah sangat mengubah wajah dan kehidupan ekonomi warga setempat. Ia mencatat ada empat hal penting yang jadi kontribusi perusahaan kepada masyarakat desa. Pertama adalah pengerasan atau pembetonan jalan desa, kedua lampu gratis tanpa membayar, ketiga CSR, dan keempat adalah air bersih untuk warga.
“Tentu ada perbedaan jauh. Kalau dulu sebelum ada VDNI-OSS, di Morosi itu seperti kampung mati. Sekarang adanya perusahaan ini termasuk luar biasa untuk lingkungan atau kehidupan,” terang Edi.
Adar, warga Morosi
Sementara Adar, yang lahir dan tinggal di Desa Morosi sejak tahun 1996 menitipkan harapannya baik kepada perusahaan dan juga masyarakat sekitar untuk lebih kompak ke depannya. “Ke depan semoga lebih baik lagi, terutama masalah-masalah yang sering terjadi di sekitaran perusahaan tidak terjadi lagi. Karena seharusnya kita bisa bersatu bersama untuk membantu membangun perusahaan VDNI-OSS ini menjadi lebih baik, sehingga perusahaan bisa juga membantu kita jadi lebih baik lagi,” harapnya. (aji/rls)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:46 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:44 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:37 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:31 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:44 WIB
Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:18 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:13 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:54 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:48 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:38 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:43 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:36 WIB