Sekda Koltim, Andi Muhammad Iqbal Tongasa saat divaksin. Foto: Iwal Taniapa.
TIRAWUTA - Vaksinasi Covid-19 merupakan program dari pemerintah pusat, dalam upaya memutus mata rantai virus corona di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini program itu tengah berlangsung di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Koltim, Barwik Siraik yang diwawancarai beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa pemberian vaksin sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, dibagi menjadi tiga prioritas.
Pertama, vaksin diberikan kepada tenaga medis, mulai dari dokter, bidan hingga perawat. Kedua, kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk mereka yang memberikan pelayanan publik, seperti polisi, TNI, Pedagang, hingga jurnalis. Ketiga kepada masyarakat umum.
"Setiap orang divaksin sebanyak dua kali, atau disebut dua tahap, dengan tenggang waktu antara tahap satu ke tahap dua, 14 hingga 28 hari. Tetapi tidak semua orang harus divaksin, karena untuk usia dan penderita penyakit tertentu, tidak boleh divaksin," ucap Barwik.
Lanjutnya, untuk vaksin prioritas pertama kepada tenaga medis, sudah selesai pada tanggal 16 Februari 2021 lalu. Prioritas kedua tengah berjalan, ASN lingkup Pemda Koltim sudah selesai pada 23 April 2021, beberapa telah selesai tahap pertama, sementara yang lainnya menunggu tahap kedua.
Kendala dihadapi kata Kadinkes, yakni kurangnya stok vaksin. Pihaknya masih menunggu kiriman dari pemerintah pusat, sesuai data jumlah penduduk Koltim. Hingga saat ini ia belum mendapatkan arahan dari kementerian terkait, namun sesuai regulasi, Sultra termasuk Koltim pasti akan dapat jatah penuh.
"Untuk kategori kedua, jumlah ASN Koltim saja sekira 2.600 orang, persoalannya jumlah vaksin kita hanya 1.620 yang ada jatahnya. Makanya kalau ada yang belum dapat, itu karena keterbatasan," ujarnya.
Meski demikian, Barwik maklum dengan keterlambatan dari pusat, karena risiko penyebaran Covid-19 di Sultra lebih rendah daripada pulau Jawa dan sekitarnya. Olehnya ia berharap kepada masyarakat agar bersabar, dan menunggu sembari tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Target untuk nasional itu, 70 persen vaksinasi selesai pada tahun 2022 di seluruh Indonesia. Olehnya masyarakat harus menunggu arahan dari Puskesmas masing-masing, dan saya harap jangan ada yang takut divaksin," tutup Kadinkes Koltim. (p1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:46 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:44 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:37 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:31 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:44 WIB
Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:18 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:13 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:54 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:48 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:38 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:43 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:36 WIB