Jumat, 28 Agustus 2026

Wakil Satgas Sebut Biaya Label Karung Bantuan Covid-19 dari Dana Pribadi

Photo Author
Agus Tohamba, Rakyat Sultra
- Kamis, 7 Mei 2020 | 20:49 WIB
Asrun Lio (kanan) saat acara Talk Show Inspirasi Pendidikan, Kamis (7/5/2020).KENDARI, RakyatSultraOnline - Wakil Koordinator Satuan Tugas Perencanaan Data, Pakar dan Analis Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio memastikan biaya penyamblonan pada karung bantuan untuk warga terdampak Covid-19 bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Asrun menceritakan, penyablonan karung bantuan Covid-19 bergambar Gubernur Sultra dilatar belakangi adanya sumbangan-sumbangan dari para donasi berupa kebutuhan pokok, barang dan uang untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19. "Saat ini bantuan di posko tertumpuk dalam tenda besar dan sebagian bantuan ini ada yang tidak bisa tahan lama berarti harus segera di distribusikan. Olehnya itu, untuk bisa merapikan pendistribusiannya butuh wadah. Bayangkan kalau kita tidak memasukkan terigu, minyak dan sembako satu per satu dirapikan dalam satu kali, itu akan menyulitkan," terangnya. Pada prinsipnya, kata Asrun Lio, bantuan berasal dari masyarakat yang kemudian akan dikembalikan ke masyarakat berdasarkan data Dinas Sosial sehingga untuk memastikan bantuan betul-betul sampai kepada masyarakat maka harus diberi label pada karungnya. Pasalnya, lanjut Asrun, prinsip pendistribusian itu harus jelas, siapa yang memberi dan siapa yang pula yang menerima. "Gubernur kan ketua gugus tugas. Ketua gugus tugas hanya satu tidak ada ketua gugus tugas dua orang. Ini untuk memperjelas pendistribusian bantuan ini dari Pemprov maka karung itu dikemas. Bukan hanya label gubernur Sultra tetapi dalam sisi karung lain ada imbauan-imbauan kepada masyarakat selalu menjaga kebersihan dan juga ada tulisan kecil tentang isi sembakonya. Misalnya tertulis, beras, gula, macam-macam isinya. Gunanya untuk apa? untuk memastikan si penerima tahu bahwa jumlah barang yang dikemas isinya ini," beber Asrun. Olehnya itu, dirinya mengajak semua pihak tidak mempermasalahkan dan memperdebatkan identitas yang berada di karung bantuan. "Bayangkan kalau karungnya tidak ada tulisannya (kosong). Bantuan tidak ditahu dari mana sumbernya dan bisa saja karung yang tidak ditahu sumbernya ini dimanfaatkan orang-orang yang memiliki niat memanfaatkan bantuan tersebut," jelasnya. Terkait pendanaannya, kata Asrun, tidak bersumber dari APBD melainkan menggunakan dana pribadi. "APBD saja baru diteken kemarin. Nah, sudah pasti pendanaanya ini menggunakan dana pribadi. Itu sumber karung. Sumber bahan dari sini semua, mengapa dikemas disana, karena disana ada volunteernya yang bermohon ke gugus tugas, lalu gugus tugas memberikan persetujuan terhadap volunteer itu untuk melakukan pengemasan. Ini harus cepat karena target gubernur 20 ribu karung yang akan didistribusikan ke 17 kabupaten kota," pungkasnya. (rs)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Tohamba

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X