Bupati Bombana, H Tafdil memantau Pasar Ibu Kota. Foto: Fardin/Rakyat Sultra.
RUMBIA - Untuk menghindari penyebaran Covid 19 di Kabupaten Bombana, pemerintah setempat melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindakop) menggagas pasar daring (online).
Pasar daring itu nantinya digunakan oleh masyarakat. Pemkab menyiapkan aplikasi. Dari aplikasi itu masyarakat belanja. Mereka tidak perlu lagi ke pasar.
Bupati Bombana, H Tafdil mengatakan, salah satu faktor pembentukan pasar online ini tidak lain untuk melakukan pencegahan Covid-19. "Diketahui bersama, pasar merupakan tempat yang ramai dikunjungi orang sehingga rentang terjadi penyebaran Covid-19.
"Untuk itu pihaknya mengagas pasar online yang bisa memudahkan masyarakat untuk berbelanja. Jadi tidak perlu capek-capek ke pasar," kata H. Tafdil.
Bupati dua periode itu melanjutkan, dengan inovasi yang dihadirkan Disperindakop secara tidak langsung membantu kerja Satgas Covid-19 Bombana. Olehnya itu sosialisasi tentang pasar online tersebut harus ditingkatkan agar seluruh masyarakat dapat tetap di rumah.
"Tinggal dirumah dan tidak keluar-keluar kalau tidak ada kepentingan yang mendesak sudah bisa diterapkan. Karena dengan tinggal dirumah saja ditengah wabah Corona ini dapat memutus mata rantai penyebaran virusnya," katanya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindagkop Pemkab Bombana, Hajar Aswad menjelaskan, saat ini pihaknya sudah bekerja sama denganĀ Pasar Sentral Todoha Mapaccing yang berada di Ibukota Kebupaten Bombana, di mana seluruh nomor pedagang telah didaftar.
"Jadi nomor hand phone pedagang kami data dan nomor itu bisa langsung diakses oleh masyarakat. Tak hanya pedagang kami juga menyiapkan nomor kurir yang telah siap bekerja sama untuk mengantarkan pesanan konsumen yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan pedagang," katanya.
Hajar Aswad bilang, pihaknya juga telah menyiapkan gerai-gerai untuk mempermudah menjalankan pasar online tersebut. Untuk sementara, pasar online tersebut baru dilaksanakan di pasar ibu kota kabupaten, sementara pasar lain menyusul kemudian.
"Kami harapkan semoga dengan adanya pasar online ini, dapat memutuskan mata rantai covid 19 dan inovasi kami ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainya, " pungkasnya. (din/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:46 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:44 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:37 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:31 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:44 WIB
Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:18 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:13 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:54 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:48 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:38 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:43 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:36 WIB