Jumat, 28 Agustus 2026

Pengaspalan Jalan Poros Kabaena Asal Jadi

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Rabu, 24 Agustus 2016 | 12:18 WIB
Jalan Poros Kabaena yang rusak parah dan sebentar lagi kontrak akan berakhir di (25/8).
Jalan Poros Kabaena yang rusak parah dan sebentar lagi kontrak akan berakhir di (25/8).

RUMBIA - Pengaspalan jalan poros Kecamatan Kabaena dikerja asal jadi, ironinya pekerjaan jalan poros tersebut dikerja sejak bulan Ramadan namun hasilnya sekarang ini jalan tersebut rusak parah dan belum dinikmati oleh masyarakat.

Pekerjaan yang dikerjakan PT Bilajeng dengan panjang jalan 19 kilo meter itu menelan anggaran Rp 17 miliar lebih. Beredarnya berita dimasyarakat tentang rusaknya jalan yang seumur jagung tersebut membuat Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan bersama Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi turun lapangan untuk memastikan jalan tersebut.

Hasil investigasi Sataf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ir Abu Kahar mengatakan, kerusakan jalan yang baru berumur kurang lebih dua bulan tersebut terjadi akibat adanya kesalahan perencanaan dari dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU dan TR) setempat.

"Ada kesalahan perencanaan di dinas PU makanya pengaspalan itu cepat rusak. Berdasarkan pantauan kami dari staf ahli bupati saat monitoring dilapangan, terdapat beberapa kesalahan dalam proses pengaspalan itu," kata Abu Kahar.

Lanjut Mantan Kepala BPBD Bombana ini, seharusnya pengaspalan dimulai dari perencananya untuk base (badan jalan) yang seharusnya base A namun dalam perencanaannya menggunakan base B. Kemudian komposisi campuran aspal Buton, mereka merobah komposisi sehingga hasilnya terhambur apalagi pemadatanya menggunakan stong walas delapan ton dengan lintasan empat hingga enam lintasan yang seharusnya satu sampai dua lintasan.

"Menurut keterangan dari pihak kontraktor pelaksana, Hamran, bahwa semua ini sesuai dengan kontrak dan petunjuk dari PU," ungkap Abu Kahar.

Jalan yang mengalami rusak parah, Abu Kahar membeberkan, Jalan poros Rahantari ke Lamongi (kabaena tengah), jalan poros Langkema - Batuauw, Batuaw- pongkalaero.

"Jadi kami lihat, pengaspalan itu ibarat tidak ada slopnya, kemudian ada perubahan campuran kadar aspal dengan pasir. Awalnya memang campurannya bagus, tapi ditempat lain lebih banyak pasirnya ketimbang aspalnya. Dan ini adalah pengakuan langsung dari pihak pelaksana pekerjaan tersebut," beber, Abu Kahar.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga (Kabidbinamarga) Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Bombana, Abdul Rahmat Zainuddin Tahyas ST MT yang dikonfirmasi jurnalis koran ini mengakui, jika proses pengaspalan ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Menurut, Rahmat, dari total delapan kilo meter jalan yang sudah tuntas diaspal, terdapat sekitar 2 kilo meter yang sudah mengalami kerusakan.

"Ada kurang lebih dua kilo meter jalan yang baru tuntas diaspal tersebut yang sudah rusak, dan ini sudah kami tinjau langsung dilapangan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, kerusakan tersebut terjadi akibat adanya kesalahan dalam proses pengaspalannya. "Hasil pantauan kami menunjukkan jika terdapat kesalahan dalam proses pengaspalan ini. Akibat kerusakan ini, kami dari dinas terkait sudah melakukan teguran kepada pihak rekanan, bahkan sudah kami suruh bongkar," pungkasnya (r4/b/hum)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X