Jumat, 28 Agustus 2026

Mahasiswa - Pelajar Pengguna Narkoba Tertinggi

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Senin, 25 Juli 2016 | 14:03 WIB
Wakil Bupati Koltim, Andi Merya Nur saat memasang stiker sosialisasi stop penggunaan narkoba.
Wakil Bupati Koltim, Andi Merya Nur saat memasang stiker sosialisasi stop penggunaan narkoba.

 

TIRAWUTA - Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Faudzan Djamal mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian BNN Pusat melalui pusat penelitian Universitas Indonesia, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba mengalami penurunan sejak ahun 2011 sekitar 2,23 persen, 2014 sekitar 2,18 persen dan tahun 2015 berkisar 2,20 persen.

Seperti halnya di Sultra angka prevalensi penyalahgunaan narkoba Tahun 2011 sekitar 1,2 persen atau 21.684 pengguna , tahun 2014 sekitar 1,59 persen atau 27.328 pengguna dan tahun 2015 sekitar 1,50 persen atau 26.367 pengguna.

"Mereka didominasi, coba pakai dan yang paling mengkhawatirkan adalah pelajar dan mahasiswa 65,7 persen. Narkoba ini, sudah masuk kategori Extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa," terang Faudzan Jamal saat osialisasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), di Kantor Camat Ladongi, beberapa waktu lalu.

Seperti halnya di Kolaka Timur (Koltim), termasuk angka penyalahgunaan narkoba yang terdapat di Kecamatan Ladongi, sehingga membuat BNN Sultra harus selalu ekstra melakukan sosialisasi dan pemberantasan barang haram tersebut.

Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur menuturkan, semua lapisan masyarakat harus memiliki komitmen yang kuat, dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Salah satu upaya menjauhkan diri dari barang haram dengan membekali pengetahuan terhadap penyalahgunaan narkoba yang telah merambah berbagai kalangan termasuk generasi muda, pelajar, mahasiswa, birokrat, jaksa, hakim, PNS, legislatif, akademisi dan aparat keamanan.

Menurut dia, kewaspadaan dan pencegahan secara dini, perlu terus digalakkan melalui beberapa cara pendekatan program dan kegiatan penyuluhan advokasi kepada masyarakat. Dampak dari penggunaan narkoba, akan merugikan diri sendiri dalam hal ini fisik, mental dan psikologis bagi keluarga dan masyarakat.

“Pak Bupati pernah menyampaikan, bersama BNN, nantinya dalam waktu yang tidak ditentukan, akan dilaksanakan tes urine bagi seluruh SKPD, kecamatan, desa dan kelurahan tanpa pemberitahuan sebelumnya," ujarnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen kerjasama P4GN antara BNNP Sultra dengan Pemkab Koltim yang dilakukan Wakil Bupati, dan penempelkan stiker bahaya dan komitmen memberantas narkoba di salah satu rumah kos sekitar kantor camat. (m4/c/ags)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X