Jumat, 28 Agustus 2026

Ancam Demo Pakai BH dan CD, Diaspora Indonesia ke Relawan Jokowi: Jangan Normalisasi Jadi Penjilat

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 10:10 WIB
Video yang kini viral di media sosial.
Video yang kini viral di media sosial.

Jakarta, Rakyatsultra.id- Hebohnya video seorang relawan perempuan Jokowi yang berapi-api menyampaikan ancaman akan demo hanya dengan memakai BH dan CD di Mabes Polri hingga kini masih jadi gunjingan.

Bahkan, diaspora Indonesia yang bermukim di Belanda, Dimas Budi Prasetyo pun turut menyampaikan keheranan dan rasa jijiknya dengan pernyataan itu.

 

"Pertama melihat berita ini sliweran, saya berpikir kasihan benar Pak Jokowi dengan punya pendukung militan seperti ini. Tapi setelah melihat videonya langsung, bagaiman dengan meyakinkannya si ibu ini ngomong, kemudian disambut gegap gempita pendukung yang lain, saya jadi berubah pikiran," tulus Dimas, dikutip dari akun Facebooknya, Rabu (8/10/2025).

Memang, lanjut dia, kekuasaan keluarga Solo mau tidak mau diakui, ditopang oleh para pendukung yang seperti ini. Militan, tidak tahu malu, dan nalarnya sudah nggak jalan.

"Sekarang mari kita pikir secara logika, apakah ada orang yang waras, mau melakukan hal memalukan seperti ini? Jangankan demi politisi yang didukung, wanita dipaksa seperti ini demi keluarganya saja, akan berpikir ribuan kali," ujar Dimas.

 

Harga diri, rasa malu yang diumbar seperti ini, apa sih yang dipertaruhkan? Posisi? Jabatan? Uang? Ya, mau tidak mau kita harus paham negeri ini sedang sakit. Hingga banyak orang mau saja melakukan hal-hal macam ini.

Dia kemudian membeberkan ucapan perempuan pendukung Jokowi yang videonya viral itu.

“Jadi Mabes Polri harus cepat selesaikan ini. Saya organisasi perempuan, kita 500 perempuan akan turun memakai BH dan celana dalam untuk Mabes Polri,” ujarnya berapi-api.

Dia marah karena setiap hari melihat Pak Jokowi dan keluarganya dibully. Pertanyaannya, apakah perempuan ini akan melakukan hal sama jika suaminya, anak-anaknya dibully?

Entah dia melakukan itu hanya sebagai gertak sambal atau bagaimana, tapi yang jelas, dia telah mempermalukan harga dirinya sendiri dan perempuan secara umum.

 

"Saya yakin, masih banyak pendukung keluarga Solo yang masih waras dan pasti juga jijik melihat tingkah perempuan ini. Saya nggak bisa ngasih ending yang anu untuk tulisan ini, karena hal seperti ini jangan terus-terusan dinormalisasi," tutur Dimas.

"Jangan normalisasi menjadi penjilat, jangan normalisasi tindakan membuang harga diri, jangan normalisasi hal-hal curang dan culas, jangan normalisasi tindakan yang tidak punya etika, dan banyak lagi," sambungnya.

Kita jelas tidak ingin anak-anak kita hidup di lingkungan seperti ini. Jadi, lanjut Dimas, meskipun yang dia lakukan ini mungkin seperti kisah burung yang menyiram air lewat paruh kecilnya, untuk memadamkan api berkobar yang di dalamnya ada Nabi Ibrahim, Dimas akan terus melakukannya.

 

"Nurani saya tidak bisa diam melihat ketololan macam ini terus-terus dibiarkan dan didiamkan, hanya karena fanatisme buta yang membuat manusia enggan lagi berpikir jernih," tutup Alumni Universitas Gajah Mada itu. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X