Jumat, 28 Agustus 2026

"Jangan Terprovokasi Isu Radikalisme"

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Senin, 11 April 2016 | 08:30 WIB
Kemenag Sultra Muh Ali Irfan dari (Kanan), dan Ketua LDII Sultra L Kadir dari (Kiri).
Kemenag Sultra Muh Ali Irfan dari (Kanan), dan Ketua LDII Sultra L Kadir dari (Kiri).

KENDARI - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra Muh Ali Irfan meminta masyarakat tidak terprovoksi adanya isu paham radikalisme yang menyebar di Wilayah Sultra.

Menurutnya, paham radikalisme sangat bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan ajaran Islam yang Rahmatan Lilalamin.

Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Bahaya Paham Radikalisme melalui kegiatan pengajian rutin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII) di Sekertariat LDIII Sultra, Minggu, (10/4).

Dihadapan ratusan peserta yang hadir, Irfan mengingatkan, masyarakat perlu diwaspadai kondisi zaman sekarang. Dan hal yang paling menyakitkan bagi umat Islam lanjutnya, adalah adanya media massa yang didominasi media Barat, yang menuduh Islam sebagai basic Ideal dari terorisme, dan pesantren-pesantren yang banyak tersebar di Indonesia dituding sebagai sarang teroris.

Maka berkaitan dengan tuduhan tersebut, dirinya berharap lembaga keagamman bernuansa islam untuk membentuk forum Pondok Pesantren, untuk menjawab segala tantangan yang selalu di alamatkan kepada umat Islam, agar umat islam tidak disudutkan oleh paham menyimpang bersimbol islam.

"Agamapun mengajarkan kepada manusia untuk selalu memerat erat kedamaian dan kesetiakawanan, baik dalam seagama maupun berbeda agama," katanya.

Olehnya itu lanjut dia, untuk memerangi kejahatan tersebut, dirinya juga meminta kepada kedua orang tua maupun guru dilingkungan sekolah, agar dapat memberikan bekal ajaran agama kepada anak-anaknya untuk tidak terjerumus pada paham yang menyimpang.

Sementara Ketua DPW LDII Sultra L Kadir mengatakan, LDII dan berbagai ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Forum Ukhwa Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI), sudah menyatakan sikap penolakan terhadap radikalisme dan terorisme.

Bahkan tuturnya, pondok-pondok pesantren yang dikelola LDII juga sudah memasang pengumuman menolak ISIS dan ajaran radikal atau terorisme, serta narkoba.

Dalam upaya melakukan deradikalisasi, pihaknya menggalang berbagai kerja sama dengan ormas dan pemerintah, diantaranya kerja sama dengan Korem 143/HO dan Polda Sultra menggelar pelatihan wawasan Kebangsaan, bela negara, dan pelatihan Dai Bhabinkamtibmas. Selain itu, dalam melaksanakan Orientasi Pengembangan Dakwah, LDII Sultra telah membangun kerja sama dengan Anggota MPR RI dalam melaksanakan Sosialisasi Pilar Kebangsaan Indonesia. Begitu juga pihaknya terus mengelar kegiatan terkait revolusi mental, seperti peningkatan kualitas SDM dari mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai mahasiswa.

"LDII punya lembaga formal dan informal di mana pondok pesantren termasuk di dalamnya. Selain itu LDII bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan MUI dalam melaksanakan Go Green dan Gerakan Nasional Cinta Bahari," katanya.

Pihaknya terus bekerja kerja keras menciptakan situasi kedamaian dan kesejateraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (rs)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X