Kendari - Peredaran narkoba di Provinsi Sultra sudah sangat mengkhawatirkan. Makanya, ancaman narkoba itu harus diantisipasi secara cepat dan sedini mungkin.
Sebagai bentuk kepedulian, pada tanggal 25 April 2016 mendatang, Harian Rakyat Sultra akan menggelar diskusi terbuka tentang bahaya narkoba. Diskusi ini, akan melibatkan para punggawa pemberantasan narkoba. Diantaranya, Kapolda Sultra, Kepala BNNP Sultra, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, serta Ketua Gerakan Anti Narkotika dan Obat-obatan (Granat) Sultra.
Direktur Utama Harian Rakyat Sultra, H Abdul Haliq mengatakan, kekhawatiran atas peredaran narkoba harus secepatnya diantisipasi. Jangan sampai, narkoba akan menyentuh orang-orang terdekat seperti keluarga. "Kita harus antisipasi agar keluarga kita terhindar dari narkoba," ujarnya.
Menurut Haliq, diskusi tentang pencegahan peredaran narkoba sangat perlu. Sehingga semua masyarakat bisa mengetahui cara mengantisipasi bahaya narkoba.
"Mungkin selama ini, ada yang mengetahui keluarganya menggunakan narkoba, tapi dia takut melaporkan. Padahal, kalau dilaporkan kepada BNNP Sultra, mereka justeru direhabilitasi. Ini yang kurang dipahami masyarakat," kata Abdul Haliq saat membentuk Panitia Penyelenggara Diskusi Terbuka Pemberantasan Narkoba di Kantor Harian Rakyat Sultra, Kamis (7/4).
Rencananya, kegiatan ini akan mengahdirkan seluruh perwakilan sekolah yang ada di Kota Kendari. Bukan hanya itu, sejumlah instansi pemerintah dan swasta juga akan diundang.
"Ini adalah salah satu bentuk upaya pemberantasan narkoba yang akan dilakukan Rakyat Sultra," tuturnya. (rs)