Jumat, 28 Agustus 2026

Sampaikan Pesan Prabowo ke Keluarga Korban Robohnya Ponpes Al Koziny, Kepala BNPB Ambil Langkah Percepatan Pemulihan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 16:58 WIB
Kepala BNPN saat menyampaikan pesan Presiden di hadapan keluarga korban robohnya Ponpes Al Koziny
Kepala BNPN saat menyampaikan pesan Presiden di hadapan keluarga korban robohnya Ponpes Al Koziny

Surabaya, Rakyatsultra.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau lokasi insiden robohnya pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/10) atas perintah Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam peninjauannya, Kepala BNPB juga menyampaikan ucapan salam bela sungkawa dari Presiden Prabowo dan doa bagi keluarga korban serta pihak terkait

Setibanya di lokasi, Kepala BNPB langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafii dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, yang kemudian disusul Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk melihat kondisi robohnya gedung empat lantai yang diduga disebabkan karena kegagalan konstruksi.

Dalam peninjauan itu, Kepala BNPB dan rombongan melihat bagaimana tim pencarian dan pertolongan (search and rescue - SAR) gabungan yang tengah berupaya melanjutkan operasi SAR terhadap 91 santri yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan, berdasarkan daftar absensi.

Dari hasil keterangan yang didapat, upaya SAR menemui tantangan yakni struktur gedung yang dinilai oleh tim ahli belum memungkinkan jika bongkar menggunakan alat berat, sebab diduga ada sebanyak enam santri yang masih hidup.

Strategi SAR kemudian difokuskan untuk menggali jalur secara manual menggunakan peralatan yang paling memungkinkan untuk mencapai korban yang masih diperkirakan selamat untuk memberikan suplai permakanan sampai akhirnya dapat dievakuasi dalam kondisi selamat sesuai harapan.

Upaya penyelamatan korban yang masih hidup ini menjadi prioritas utama. Setelah itu, evaluasi jenazah korban akan dilaksanakan. Dalam rangkaian operasi ini, Basarnas akan menjadi koordinator utama.

Usai meninjau lokasi kejadian, Kepala BNPB bersama Kepala Basarnas kemudian berdialog dengan keluarga korban terdampak di aula gedung kampus yang tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam forum sederhana itu, Kepala BNPB mendengar segala aspirasi maupun harapan besar dari mereka.

BNPB dan Basarnas sebagai kepanjangan dari Pemerintah Pusat berkomitmen untuk terus memaksimalkan pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih diduga bertahan dalam kondisi masih hidup di bawah reruntuhan, dengan dukungan dari segenap unsur terkait mulai dari perangkat Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial - Tagana, Dinas PU - SDA, PMI, TNI, Baznas, Polri relawan SAR lainnya.

Insiden runtuhnya bangunan madrasah telah menjadi bagian dari bencana dalam kategori kegagalan teknologi. Sebagai leading sektor dalam penanggulangan bencana, BNPB telah memberikan dukungan awal berupa pemenuhan kebutuhan dasar keluarga korban yang masih bertahan menunggu proses evakuasi. Paket sembako, peralatan seperti tenda, matras, selimut, tikar, hingga hygiene kit telah disalurkan kepada pihak yang berhak.

Di sisi lain, BNPB juga memberikan dukungan dalam bentuk Dana Siap Pakai (DSP) yang dapat digunakan untuk optimalisasi operasi SAR, pemenuhan dan perbaikan sarana serta prasarana termasuk hal lain yang dianggap perlu. Di sisi lain, BNPB juga memastikan akan mendampingi hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X