Jakarta,RakyatSultra.id- Elite Partai Demokrat, Andi Arief, angkat bicara terkait banyaknya kasus keracunan yang melibatkan pelajar setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Andi Arief menyebutkan bahwa dugaan keracunan ini berkaitan dengan praktik sejumlah pengusaha warung MBG yang menurutnya mengambil keuntungan terlalu besar.
"Masalah MBG ada keracunan makanan, kalau dugaan saya ini akarnya adalah pengusaha warung MBG mengambil keuntungan terlalu besar," ujar Andi di X @Andiarief_ (25/9/2025).
Hal ini, kata Andi, berdampak pada penurunan kualitas makanan yang disajikan.
"Mutu jadi nomor dua,” cetusnya.
Sebelumnya, keracunan massal kembali terjadi di Jawa Barat. Kali ini, ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Ratusan pelajar tersebut menjadi korban setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data sementara mencatat ada 364 anak terdampak, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA atau SMK sederajat.
Mereka mengeluhkan gejala mulai dari mual, pusing, sesak napas, hingga kejang-kejang.
Situasi darurat ini membuat Koalisi Kawal MBG mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara program andalannya itu.
Pemkab Bandung Barat pun menetapkan insiden tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).
“Supaya penanganannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh. Dari data yang saya dapat sampai pagi ini, ada total 364 korban yang terdampak. Sekitar 225 yang sudah dipulangkan,” ungkap Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail, saat menjenguk sejumlah korban, kemarin.
Bupati yang akrab disapa Jeje itu menegaskan pihaknya akan melakukan investigasi penuh.
“Dan khusus untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Cipongkor ini kami tutup dulu untuk kami lakukan investigasi,” tegasnya.