Jumat, 28 Agustus 2026

Penulis Kondang Ini Bongkar Penyebab Ribuan Orang Keracunan MBG: Mereka Cuma Peduli Untung, Mendadak Sok Paham Bikin Dapur

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 24 September 2025 | 10:29 WIB
Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Ilustrasi
Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Ilustrasi

 Jakarta,RakyatSultra.id-    Rentetan insiden siswa keracunan terus menghantui program prioritas pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Organisasi pemerhati pendidikan, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendata setidaknya ada lebih dari lima ribu anak mengalami keracunan pascakonsumsi MBG hingga September 2025.

Presiden Prabowo Subianto didesak mengevaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus keracunan massal di sejumlah daerah. Evaluasi total itu mencakup standar dapur produksi, proses distribusi, hingga mekanisme pengawasan di sekolah penerima.

Penulis Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar, Darwis alias Tere Liye mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dijadikan proyek oleh segelintir pihak yang memiliki jabatan, koneksi dan berduit.

“Orang-orang rebutan bikin dapur. Dan siapa yang punya akses ordal, yang bisa bergerak cepat dapat jatah dapur, orang-orang inilah. Politisi,” katanya di Instagram, dikutip pada Rabu (24/9/2025).

Makanya kata dia, tidak heran jika dalam pelaksanaan Program MBG, siswa yang jadi korban keracunan. Bahkan ada sejumlah daerah menetapkan insiden ini sebagai kejadian luar biasa.

"Saat orang-orang ini ikutan bisnis MBG, kamu berharap MBG betulan efektif, efisien? Halu! Ngimpi!” ucapnya.

“Itulah kenapa keracunan terjadi dimana-mana, kualitas makanan begitu-begitu saja. Karena mereka cuma peduli untung. Orang-orang yang mendadak masuk bisnis catering. Mendadak sok paham bikin dapur,” kritiknya pedas.

Lebih lanjut Tere Liye menegaskan bahwa program andalan Presiden Prabowo ini sangat menggiurkan. Pada APBN tahun 2026 mendatang, MBG yang didesain untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita sekaligus memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga mendorong ekonomi lokal mendapat porsi anggaran sebesar Rp 335 triliun.

"MBG ini super menggiurkan. Ratusan triliun duit MBG ini, bahkan saat kamu hanya dapat 0,1% saja dari nilai proyek, itu sudah setara 100 miliar per tahun. Bancakan ujung ke ujung, dari Aceh sampai Papua," tegasnya.

Kasus keracunan makanan gratis yang menimpa siswa di sejumlah daerah sebelumnya telah memicu keprihatinan publik. Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan distribusi dan standar penyediaan makanan menjadi penyebab utama. (Pram/Fajar)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X