Jumat, 28 Agustus 2026

Ratusan Massa Aksi Baru Dibebaskan Polda Jabar, Puluhan Masih Ditahan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 5 September 2025 | 19:52 WIB
Ribuan orang saat mengikuti aksi demo solidaritas mahasiwa - ojol yang berujung ricuh di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (29/8/2025).
Ribuan orang saat mengikuti aksi demo solidaritas mahasiwa - ojol yang berujung ricuh di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (29/8/2025).

Bandung, Rakyatsultra.id - Sebanyak 727 massa aksi demonstrasi di Gedung DPRD Jawa Barat dan sekitarnya diamankan sejak 29 Agustus hingga 2 September 2025. Dari jumlah tersebut, 670 di antaranya dilakukan pembinaan dan dipulangkan, sedangkan 57 masih dalam penyidikan terkait dugaan tindak pidana.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengeluarkan kebijakan melepaskan massa aksi yang terlibat dalam unjuk rasa anarkis di Gedung DPRD Jabar dan sekitarnya.

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah mempertimbangkan secara mendalam berbagai aspek, baik dari sudut pandang hukum maupun sosial. Selain itu, massa aksi yang dilepaskan tidak terlepas dari permohonan berbagai pihak seperti pimpinan universitas, orang tua, dan keluarga para mahasiswa. Termasuk permohonan dari forum koordinasi pimpinan daerah.

"Pelepasan para mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Kapolda Jabar mempertimbangkan beberapa hal penting, diantaranya bahwa para mahasiswa ini masih bisa dibina," kata Hendra dalam keterangannya, Jumat (5/9).

Ia menekankan bahwa status mereka sebagai mahasiswa menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk diarahkan kembali ke jalur yang benar. Pertimbangan lain yang tak kalah penting adalah masa depan para mahasiswa.

Lebih lanjut, kata Hendra, polisi memberikan kesempatan kedua berarti membuka kembali pintu bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi positif bagi kemajuan negara. Mereka pun memberikan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Mereka tidak berusaha melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, menunjukkan itikad baik untuk kooperatif dengan aparat penegak hukum," ujarnya.

Hendra mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dan diharapkan ketegangan dapat mereda dan situasi kembali normal. "Ini adalah langkah preventif untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas dan menjaga ketertiban umum," tuturnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X