Jakarta,RakyatSultra.id- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat dukungan dari DPR RI terkait pengajuan anggaran sebesar 52 Triliun.
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi mengaku mendukung langkah tersebut demi terwujudnya pemerataan pendidikan, khsusunya kesejahteraan guru.
"Pendidikan adalah investasi yang menguntungkan bagi Indonesia di masa yang akan datang, karena itu kami di Komisi X selalu berjuang memastikan besaran anggaran pendidikan,” ujarnya saat mengikuti Rapat Kerja dengan Mendikdasmen di Ruang Rapat Komisi X, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Ia mengatakan, dana tambahan ini dianggap krusial, terutama untuk menutupi kekurangan pada Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dan fisik yang berdampak langsung terhadap pembangunan dan kemampuan daerah membangun program pendidikan, khususnya memastikan tenaga pendidik mendapatkan kesejahteraan.
“Kami berharap Pak Menteri dan kami di DPR melalui Badan Anggaran bisa betul-betul mewujudkan tambahan 52 triliun ini," jelas Legislator Fraksi Partai Golkar itu.
Lebih jauh ia menguraikan tiga hal harus menjadi prioritas utama. Pertama, akses pendidikan yang berkeadil harus menjadi hal yang tidak bisa dinegosiasikan.
“Tidak boleh ada satu pun anak-anak kita yang tidak bisa menikmati pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Kedua, kesejahteraan pendidik harus terpenuhi. "Menurut saya, tidak bisa menggunakan UMR. Kata sejahtera itu yang harus kita perjuangkan. Bukan UMR,” tegasnya.
Terakhir, ia juga menyoroti pentingnya sarana dan prasarana yang memadai. Menurutnya, tiga hal ini harus menjadi pesan utama dari kementerian kepada publik.